Termasuk poses komunikasi, informasi, dan siaran live streaming yang bisa disaksikan selama perhelatan dengan kualitas tinggi tanpa disrupsi.
Inilah hasil kerja dari operasi gabungan lintas instansi dalam satu pusat komando, yakni Nusantara Command Center, yang baru kali perdana dilaksanakan di IKN.
Otorita IKN melalui program Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital yang dilaksanakan oleh Direktorat Data dan Kecerdasan Buatan (DKB) sebagai koordinator utama dalam pelaksanaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi salah satu tulang punggung suksesnya upacara bersejarah ini.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi memaparkan, pelaksanaan HUT RI kali ini bukan sekadar perayaan biasa.
Ini adalah kali pertama IKN menjadi tuan rumah, dan untuk memastikan semuanya berjalan sempurna, berbagai instansi besar negara bersatu padu di bawah koordinasi Nusantara Command Center.
THD melakukan koordinasi mulai dari keamanan siber, instalasi CCTV dan topologi video surveillance, pembuatan SOP emergency response, integrasi sistem sensor, pengaturan dan koordinasi internet beserta development dashboard-nya, dan cybersecurity di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), Istana Negara, Istana Garuda dan Lapangan Upacara.
Selain itu juga dilakukan instalasi display eKiosk, development aplikasi iKnow beserta digital ID, termasuk instalasi Smartpole untuk pemanfaatan teknologi informasi bagi publik.
"Berkat kerja sama, kolaborasi, sinergi lintas lembaga, seluruh proses pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia berjalan lancar dan sukses. Meski ada serangan-serangan siber sebelum dan saat HUT RI, alhamdulillah, kami bisa mengatasinya dengan baik," ungkap Ale, kepada Kompas.com, Minggu (18/8/2024).
Sementara serangan siber pada website atau aplikasi IKN adalah indikasi serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yaitu serangan yang mengirimkan lalu lintas palsu dalam jumlah besar ke infrastruktur IT OIKN, yang dapat menyebabkan terganggunya kinerja TIK.
Namun OIKN sudah menerapkan aplikasi firewall sehingga serangan ini dapat dicegah dengan mendeteksi dan melakukan mitigasi dini atas indikasi serangan.
Selain itu juga terdeteksi indikasi usaha XSS dan SQL injection. Bersama BSSN, OIKN melakukan monitoring dan pengujian komprehensif baik level aplikasi, jaringan, maupun infrastruktur seperti menanamkan EDR dan NIDS.
Gotong royong
Instansi-instansi yang dikoordinasikan DKB meliputi Sekretariat Negara dan Sekretariat Presiden yang bertanggung jawab memastikan protokol kenegaraan berjalan dengan baik, termasuk koordinasi antara presiden dan jajaran pemerintahan dalam acara ini beserta semua penyedia di lingkungan istana negara.
"Mereka bekerja sama erat dengan Nusantara Command Center untuk memastikan semua rencana acara berjalan sesuai dengan protokol dan waktu yang telah ditentukan," cetus Ale.
Kemudian Polri dan TNI sebagai penjaga keamanan nasional, yang memainkan peran kunci dalam mengamankan area upacara dan wilayah sekitar IKN.
"Ini mencakup pengendalian kerumunan, pengamanan VIP, serta kesiapsiagaan terhadap ancaman potensial," imbuh Ale.
Selanjutnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menangani keamanan siber sebagai hal yang krusial. BSSN bertanggung jawab melindungi seluruh infrastruktur TIK dari potensi serangan siber yang dapat mengganggu jalannya upacara.
"Mereka bekerja di balik layar untuk memastikan sistem berjalan dengan aman dan tanpa gangguan," tambanya.
Adapun Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berperan dalam melakukan pemantauan dan antisipasi terhadap potensi ancaman terorisme yang dapat terjadi selama upacara.
Melalui kolaborasi dengan Polri dan TNI, mereka memastikan tidak ada celah bagi ancaman terorisme untuk mengganggu perayaan bersejarah ini.
Berikutnya, PT Telkom (Persero) Tbk dan Icon PLN sebagai penyedia utama infrastruktur telekomunikasi dan listrik, memastikan kelancaran konektivitas dan pasokan listrik yang stabil selama acara.
Mereka mengerahkan sumber daya terbaik untuk mendukung operasi Command Center dan seluruh perangkat komunikasi yang digunakan oleh tim di lapangan.
"Informasi ini dikomunikasikan secara real-time kepada Command Center untuk pengambilan keputusan cepat jika diperlukan," ungkap Ale.
Sementara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa seluruh infrastruktur fisik di IKN, termasuk jalan, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya, dalam kondisi prima untuk mendukung perayaan ini.
Mereka juga menyediakan CCTV untuk memonitor infrastruktur melalui sistem yang terintegrasi di Command Center.
Sedangkan Kementerian Perhubungan bertanggung jawab atas pengaturan transportasi. Mereka memastikan kelancaran arus transportasi menuju dan dari lokasi upacara, termasuk pengendalian lalu lintas dan penyediaan sarana transportasi yang aman dan nyaman bagi tamu undangan melalui CCTV.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) sebagai pengatur kebijakan telekomunikasi, juga memastikan pembagian kanal frekuensi telekomunikasi aman dan bekerja dengan baik.
"Bisa dibilang ini adalah pertama kalinya di Indonesia diadakan operasi gabungan yang begitu terkoordinasi seperti ini, dengan berbagai instansi strategis berkumpul dalam satu pusat komando," urai Ale.
Nusantara Command Center menjadi pusat kontrol, pemantauan, dan pengambilan keputusan yang cepat dan efektif, memastikan setiap potensi masalah dapat diatasi secepat mungkin.
Menurut Ale, kerja keras para tim lintas instansi yang tak kenal lelah demi suksesnya upacara HUT RI ke-79 ini adalah cerminan dari semangat gotong royong yang menjadi jiwa bangsa Indonesia.
"Kolaborasi dan sinergi yang terbangun di antara berbagai instansi ini menjadi fondasi kuat bagi masa depan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan yang modern, efisien, dan terintegrasi," tuntas Ale.
https://ikn.kompas.com/read/2024/08/19/061421987/para-aktor-di-balik-suksesnya-hut-ke-79-ri-dari-serangan-siber