Perhelatan terlaksana dengan aman, lancar, dan sukses memukau ribuan warga yang menyaksikan langsung di lokasi.
Namun, selain pengibaran bendera Merah Putih dan rutinitas pertunjukkan seni serta akrobat pesawat Jupiter Aerobatic, ada hal lain yang tak kalah menyita perhatian yakni beroperasinya Trem Otonom Terpadu (TOT).
TOT ini beroperasi melayani warga, dan tamu undangan pesta HUT RI mengitari jalur Sumbu Kebangsaan, bergerak secara forward (maju dari depan) dan backward (maju dari belakang) dalam kapasitas maksimal 300 orang.
Dengan lantang ibu-ibu berkostum meriah hijau muda ini melantunkan litani khas Fatayat NU, mengiringi Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Mohammed Ali Berawi menari, dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal bertepuk tangan.
Selain mereka, TOT juga dinaiki oleh para tamu undangan yang pada pagi hari itu mengenakan kostum tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, dan para panitia HUT RI yang berasal dari berbagai unsur Kementerian/Lembaga.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Mohammed Ali Berawi mengatakan, banyaknya warga yang tertarik menaiki TOT mengindikasikan bahwa transportasi canggih ini memang sangat dinantikan publik.
"Ini memotivasi kami untuk melakukan percepatan implementasi TOT berikut ekosistemnya secara terpadu untuk melayani warga dan penghuni IKN bermobilitas cerdas," ujar Ale kepada Kompas.com, Minggu (18/8/2024).
Uji dinamis masih dilakukan secara manual, untuk kemudian dievaluasi apakah moda ini sudah bisa beroperasi secara otomatis atau manual dan otomatis.
Ale mengeklaim, TOT memiliki beberapa kelebihan, yaitu dari biaya investasi yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan kereta konvensional yang menggunakan rel.
Sementara dari segi kapasitas, TOT dapat mengangkut penumpang secara masif dengan mencapai 300 orang dalam 3 gerbong, hingga 500 orang dalam 5 gerbong dari satu trainset dengan sekali perjalanan.
Kementerian PUPR sedang membangun 8 halte ultimate (utama) untuk menunjang operasional TOT, yang akan digunakan ketika loop ultimate (jalur lintasan utama) sudah siap digunakan seluruhnya.
"Dalam sekali pengisian daya dapat menempuh hingga jarak 70 kilometer," cetus Ale.
TOT ini akan menjadi teknologi pertama di Indonesia yang diuji coba tanpa rel, menggunakan baterai yang dipandu oleh marka jalan.
Ale menegaskan PoC yang dilakukan bertujuan untuk menguji keandalan teknologi dan produk TOT pabrikan CRRC dan Norinco International Corporation Ltd yang berbasis di China tersebut.
Selain itu, juga untuk menguji interoperabilitas, keekonomisan, dan transfer pengetahuan sebelum diterapkan di IKN dan Indonesia secara umum.
https://ikn.kompas.com/read/2024/08/19/110322587/cerita-dari-hut-ri-di-ikn-trem-otonom-terpadu-diserbu-warga