Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sunset Sailing to IKN dengan Pinisi, Merasakan Warisan Budaya Dunia

Kapal yang dirancang dan dibangun oleh Haji Sukarman di Galangan Bulukumba, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan ini, membawa Kompas.com dan 50 penumpang menikmati panorama mentari tenggelam penyangga IKN.

Perjalanan dimulai tepat pukul 16.30 WITA dari Pelabuhan Jetty Shendi Jaya Putra Balikpapan.

Di sepanjang perairan Teluk Balikpapan, penumpang disuguhi sejumlah proyek raksasa yang tengah dibangun pemerintah.

Satu di antaranya yang sangat menarik perhatian adalah Refinery Development Master Plan (RDMP) atau Kilang Pertamina Balikpapan yang dibangun dengan kapasitas 360.000 barel per hari.

Tak tanggung-tanggung, proyek jumbo dengan investasi sebesar 7,2 miliar dolar AS atau ekuivalen Rp 111 triliun ini melibatkan lebih dari 20.000 pekerja.

Bergeser ke utara, terdapat PLTU Teluk Aru, Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal di sisi kanan, dan Dermaga Pantai Lango di sisi kiri.

Sepanjang pelayaran, timber carrier atau juga disebut log carrier, kapal satu dek yang dirancang membawa kayu dengan kapasitas lebih dari 5.000 ton, wira wiri menyapa Pinisi.

Selain itu, penumpang juga disuguhi tongkang dan vessel yang lalu lalang dengan bobot muatan batu bara, pasir, serta jenis komoditas hasil tambang lainnya.

Pinisi yang saya tumpangi, berlari dengan kecepatan 3 knot per jam, meskipun kemampuannya bisa mencapai 9 knot per jam.

Pelayaran berjudul "Sunset Sailing to IKN" ini menjadi tak membosankan, karena sejumlah atraksi dan live home band, dipersembahkan menghibur penumpang.

Seluruh dari 20 kru kapal Pinisi Kita Nusantara melayani dengan sepenuh hati. Mulai dari kapten kapal, pramugari, master of ceremony, pramusaji, hingga pemilik kapal menyambut kami dengan keramahan luar biasa.

"Inilah salah satu keunggulan, kami melayani seperti keluarga. Para penumpang adalah keluarga. Semua kami bikin happy," ujar Sukarman kepada Kompas.com, Senin (19/8/2024).

Tarif Subsidi

Pelayaran dengan kapal Pinisi kian digencarkan Pemerintah, terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten penyangga IKN.

Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (Intangible Cultural of Humanity) yang ditetapkan UNESCO pada 7 Desember 2017, kapal Pinisi menjadi salah satu obyek pariwisata bahari unggulan.

Oleh karenanya, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tengah mempersiapkan rute-rute yang akan dilalui kapal Pinisi dari Balikpapan menuju IKN.

Sementara Kemenparekraf melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (DPOP) kota/kabupaten penyangga IKN menyiapkan ekosistem pariwisata melalui penciptaan paket-paket perjalanan dengan menggandeng stakeholder perhotelan, kafe/restoran, pengrajin suvenir, dan UMKM lainnya.

Co-founder Pinisi Kita Nusantara Achmad Aldri mengungkapkan, kapasitas selalu terpenuhi dalam setiap uji coba.

"Peminatnya luar biasa banyak. Mereka tak hanya berasal dari Balikpapan, juga Penajam Paser Utara, Medan, Banda Aceh, Jakarta, hingga Makassar," ungkap Aldri.

Para penumpang ini tertarik ikut berlayar dengan Pinisi karena ingin merasakan perjalanan melalui laut menuju IKN.

Sebagaimana dikatakan oleh Nasrullah, penduduk Paser, yang sengaja membeli tiket seharga Rp 250.000 per orang bersama istri dan anaknya.

"Saya ke Balikpapan bersama anak istri cuma untuk naik Pinisi. Harga juga terjangkau. Saya pesan melalui platform media sosial Instagram," ujar Nasrullah.

Menurut Aldri, tarif yang diberlakukan sekitar Rp 199.000-Rp 250.000 tersebut masih berubah tergantung pada situasi dan kondisi keterisian kapal. Namun, untuk saat ini, Pinisi.id sebagai pengelola masih memberlakukan tarif subsidi.

"Kami berharap pemerintah segera menetapkan tarif tetap, seiring rute perjalanan Pinisi menuju IKN sebagai magnet pariwisata paling kuat di Kalimantan," imbuh Aldri.

Oh ya, tarif tersebut sudah termasuk welcome drink, makanan ringan, dan makanan berat untuk santap malam.

"Sejak dipindahnya ibu kota, permintaan kapal Pinisi makin intensif. Kami pun menempatkan dua kapal di sini, mencoba rute. Bila perlu menetap kalau memang ada dukungan dari pemerintah," ujar Sukarman.

Saat ini, dia tengah merampungkan pemesanan kapal Pinisi seorang pebisnis asal Jakarta.

Di galangan yang dimilikinya, dia mampu memproduksi satu hingga dua kapal Pinisi per tahun dengan harga mulai dari Rp 3 miliar hingga Rp 15 miliar per unit.

Dengan material kayu besi, kayu bitti, kayu kandole/punaga, dan kayu jati, kapal Pinisi dikenal kokoh dan tangguh mengarungi lautan.

Ciri khas yang tidak didapatkan pada kapal layar lainnya adalah, Pinisi memiliki dua tiang dan tujuh layar yang memiliki makna filosofis.

Dua tiang menggambarkan dua kalimat syahadat, perjanjian dan kesaksian transendental manusia sebagai umat dengan Allah SWT, Tuhan Sang Pencipta dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan utusan-Nya.

Sementara tujuh layar bermakna tujuh ayat dalam Quran Surat Al-Fathihah, sekaligus ketangguhan pinisi dalam berlayar mengarungi tujuh samudera.

Selain memiliki ciri khas di atas, kapal Pinisi Kita Nusantara juga dilengkapi VIP Room, dapur, rooftop, kamar mandi, dan hall dengan desain modern kontemporer.

"IKN menawarkan potensi menjanjikan. Peminatnya luar biasa. Banyak pnumpang yang merasa sedih, karena kehadiran kami di Balikpapan hanya sementara. Kami akan kembali melayani perjalanan Balikpapan-IKN, jika pemerintah telah menetapkan rute dan tarifnya," tuntas Sukarman.

https://ikn.kompas.com/read/2024/08/20/190607087/sunset-sailing-to-ikn-dengan-pinisi-merasakan-warisan-budaya-dunia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar