Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

HUT RI di IKN Sukses, Polda Kaltim Terjunkan 6.000 Personel Amankan Pilkada

Hal ini diawali dengan Kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpraops) dengan sandi Mantap Praja Mahakam 2024 dalam rangka Pengamanan Pilkada Kaltim 2024.

Kepala Biro Operasi Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Dedy Suryadi mengungkapkan, sebanyak 6.000 personel dikerahkan untuk mendukung Operasi Mantap Praja Mahakam 2024 ini.

"Mereka tersebar di tujuh satuan tugas (satgas) tingkat Polda, dan enam satgas di tingkat polres/polresta," ujar Dedy, Rabu (21/8/2024).

Menurut Dedy, para personil ini dipersiapkan sejak Latpraops, terutama kegiatan cooling system, pemetaan kewilayahan yang melibatkan intelijen, bimbingan masyarakat (bimas), dan kehumasan.

"Semua kegiatan perlu langkah-langkah antisipasi yang tepat, karena hingga saat ini belum bisa diprediksi para calon baik gubernur, wali kota maupun bupati," imbuh Dedy.

Terutama saat-saat rawan yang telah diantisipasi Polda Kaltim dengan mengacu pada Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024 tentang tahapan jadwal Pilkada serentak secara umum.

Tahapan yang menimbulkan potensi terjadinya gesekan atau konflik adalah saat pendaftaran pasangan calon pada tanggal 27 sampai 28 Agustus 2024.

Kemudian penetapan pasangan calon tanggal 22 September 2024, dan pelaksanaan kampanye tanggal 25 September sampai 23 November 2024.

Berikutnya saat pemungutan suara 27 November 2024 hitungan dan rekap hasil suara 27 November 16 Desember 2024.

Demikian halnya dengan pengamanan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Polda Kaltim memberikan atensi yang lebih intensif.

Tak hanya itu, pelaksanaan kegiatan pengamanan di daerah 3T seperti yang dilakukan oleh Polres Mahakam Ulu akan didukung oleh pasukan cadangan.

Untuk menyukseskan operasi Mantap Praja Mahakam 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 120 miliar.

"Anggaran ini luar biasa (besar) bila dibandingkan Pilpres dan Pileg kemarin. Bahkan, bila dibandingkan dengan wilayah lainnya," cetus Dedy.

Dedy mengharapkan proses Pilkada berlangsung aman lancar sesuai aturan yang berlaku, tidak terjadi konflik yang dapat merusak persatuan kesatuan bangsa terutama konflik kekerasan yang ada di wilayah Kalimantan Timur.

https://ikn.kompas.com/read/2024/08/21/174055887/hut-ri-di-ikn-sukses-polda-kaltim-terjunkan-6000-personel-amankan-pilkada

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com