Kantor Presiden yang berada di area tengah bangunan menyisihkan sebidang ruang di area sayap yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.
Keberadaan ruang terbuka hijau itu diharapkan dapat menambah kenyamanan di dalam bangunan yang didesain monumental itu.
"Dari (sky) deck kurang lebih ke bawah 30 meter, saya tanami tanaman di bawah, suatu saat dia itu seperti hutan tropis di sayap itu," ujarnya dalam webinar yang berlangsung pada Kamis (29/8/2024).
"Kita buat bilah-bilah itu ada keregangan kurang lebih 80 cm untuk matahari sedikit bisa masuk, angin bisa masuk," terangnya.
"Mengenai suhu, kalau tembaga itu kan dia bahan yang bisa menyerap panas, kalau bahan kita menolak panas karena ada timahnya. Kita sudah tes, panasnya hanya 20 cm dari bilah itu, tidak sampai ke dalam sudah terbang, dan juga cepat hilang," pungkasnya.
https://ikn.kompas.com/read/2024/08/30/053000887/ternyata-ada-ruang-terbuka-hijau-di-dalam-sayap-istana-garuda-ikn