Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bom Waktu Air Bersih di Sekitar IKN, Pemerintah Beri Perhatian Khusus

Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur air di PPU yang merupakan wilayah terdekat Ibu Kota Nusantara (IKN) jadi perhatian khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Zainal Fatah memastikan hal itu saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/9/2024).

"Tadi baru dibahas, saya diskusi dengan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), tentu ada perhatian khusus ya, karena IKN sudah di situ," ujarnya.

"Kita tahu bahwa biasanya kita bangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) itu kan sampai Water Treatment Plant (WTP), dari WTP itu biasanya langsung di-handle oleh pemerintah daerah (pemda), pemda menugaskan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Rupanya PDAM juga perlu dana kan untuk membangun jaringan distribusi ke rumah-rumah," jelas Zainal.

Ada pun Kementerian PUPR telah mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 696 miliar dari Kementerian Keuangan untuk melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Air Minum dan Pengelolaan Air Limbah Domestik tahun 2024.

Untuk diketahui, warga yang tinggal sejengkal dari IKN, tepatnya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur masih banyak yang sulit mengakses air.

Direktur Perumda Air Minum Danum Taka Abdul Rasyid mengatakan, hal ini dikarenakan infrastruktur air di daerah tersebut belum tersedia.

Dari sekitar 16 kelurahan dan desa yang ada di Sepaku, Perumda Air Minum Danum Taka hanya bisa melayani 6 kelurahan dan desa.

Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Danum Taka yang ada saat ini hanya bisa memberikan layanan 30 liter per detik.

Ada banyak kendala yang dihadapi, terutama terkait infrastruktur seperti jaringan perpipaan.

"Misalnya jaringan perpipaan kita yang masih sangat terbatas, kapasitas IPA kita hanya 30 liter per detik, kemudian jaringan pipa primer sekunder juga belum bisa masuk ke beberapa kawasan yang ada di Sepaku," tutur Rasyid kepada Kompas.com, Sabtu (31/8/2024).

https://ikn.kompas.com/read/2024/09/02/150419887/bom-waktu-air-bersih-di-sekitar-ikn-pemerintah-beri-perhatian-khusus

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar