Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kementerian PUPR Dapat Tambahan Pagu Rp 9,11 Triliun untuk IKN

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan tambahan pagu Tahun Anggaran (TA) 2025 sebesar Rp 40 triliun.

"Yang kami dapatkan, informasi tidak tertulis sebetulnya, informasi tambahan itu sebesar Rp 40,594 triliun," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2024).

Salah satu alokasinya adalah untuk melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan operasional gedung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) senilai Rp 9,11 triliun.

Pembangunan infrastruktur IKN yang akan dilanjutkan, misalnya jaringan Jalan Tol IKN dan jalan kawasan.

"Rinciannya, untuk bendungan dan irigasi Rp 11,984 triliun, untuk lanjutan IKN dan operasi KIPP Rp 9,11 triliun, dan revitalisasi sekolah Rp 19,5 triliun," lanjutnya.

Khusus sektor Sumber Daya Air (SDA) untuk bendungan dan irigasi, anggaran tambahan tersebut juga akan digunakan untuk program padat karya dengan tambahan 8.000 lokasi proyek.

Ada pun pagu anggaran Kementerian PUPR tahun 2025 yang disetujui awalnya sekitar Rp 75 triliun.

Lalu, Kementerian PUPR mengajukan penambahan anggaran sekitar Rp 61 triliun. Namun yang disetujui oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI hanya Rp 40 triliun.

"Itu yang kami dapat dari Banggar, sudah ditentukan peruntukannya," tandas Basuki.

https://ikn.kompas.com/read/2024/09/11/170000587/kementerian-pupr-dapat-tambahan-pagu-rp-9-11-triliun-untuk-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com