Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kebutuhan Meningkat, Balikpapan Didorong Jadi Sentra Pangan bagi IKN

Untuk itu, Balikpapan sebagai kota mitra IKN akan didorong menjadi sentra pangan Kalimantan Timur.

Hal ini karena Balikpapan memiliki sejumlah potensi, yakni air sungai yang melimpah dan tak pernah kering, ketersediaan pupuk subsidi dan non-subsidi yang cukup, serta ada peran dan bantuan pemerintah.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengharapkan, dalam beberapa tahun ke depan lahan sawah di Balikpapan makin lama makin luas.

Tidak sebatas pada 25 hektar dari total 96 hektar lahan sawah yang dikelola dan digarap kelompok petani, pemerintah terus mendorong supaya lahan yang dimanfaatkan akan lebih luas.

"Memang, di luar 96 hektar ini masih ada petani yang menggarap lahannya untuk menjadi sawah tanaman pangan kita. Harapannya, selain lahannya jadi sawah, juga setahun bisa panen lebih dari sekali," ujar Sudaryono kepada Kompas.com, usai kegiatan penanaman padi di sawah tadah hujan Teritip, Balikpapan, Jumat (13/9/2024).

Oleh karena itu, lanjut Sudaryono, tak keliru jika kota Balikpapan diarahkan menjadi sentra pangan Kalimantan Timur.

Dia berharap semua lahan yang tak termanfaatkan atau menganggur, bisa digarap dengan maksimal.

"Kalau tidak bisa jadi sawah, bisa jadi kebun, yang penting jangan sampai ada lahan yang nganggur," tegasnya.

Untuk menjaga agar lahan sawah di Balikpapan dan juga wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia tidak menyusut, terdapat peraturan daerah (perda) yang mengatur perlindungan lahan pertanian.

Saat ini, di seluruh Indonesia masih terdapat lahan baku sawah (LBS) seluas 7,4 juta hektar. Angka ini tidak boleh berkurang lagi.

"Salah satu cara adalah dengan memberlakukan pelarangan lahan-lahan sawah produktif kita ini dialihfungsikan untuk yang lain," cetus Sudaryono.

Oleh karena itu, dia akan terus intensif mendorong pelaksanaan perda ini. Adapun di Provinsi Kalimantan Timur, terdapat Perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

"Pelarangan alih fungsi lahan ini merupakan tanggung jawab pemda. Namun, kami berharap, ini akan dieskalasi ke level nasional sehingga menjadi kebijakan nasional," tuntas Sudaryono.

https://ikn.kompas.com/read/2024/09/13/220922487/kebutuhan-meningkat-balikpapan-didorong-jadi-sentra-pangan-bagi-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com