Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ingin ke IKN tapi Dana Cekak? Pilih Cara Super Hemat Ini Saja

Masyarakat dapat melakukan reservasi dengan mengunduh aplikasi iKnow melalui gawai pintar masing-masing.

Setiap kunjungan dibatasi hanya 300 orang per hari, dengan titik kumpul awal di Rest Area IKN dan Simpang Trunen. 

Dari titik kumpul awal ini, pengunjung akan diantar dengan menggunakan bus listrik yang tersedia sebanyak lima armada dengan jam keberangkatan setiap 15 menit.

Ada dua destinasi kunjungan yang bisa dinikmati masyarakat, yakni Plaza Seremoni dan Taman Kusuma Bangsa selama jam kunjungan pukul 09.00-17.00 WITA.

Di Plaza Seremoni, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas seperti Mini Amphiteater, Forest Trail, Retail Galery, dan Visitor Center.

Sementara di Taman Kusuma Bangsa, pengunjung juga dapat melihat sejumlah tengara penting dari kejauhan seperti Kantor Kemenko, Istana Garuda, Istana Negara, dan Plaza Seremoni.

Bagi Anda yang berdomisili di Jakarta, terlebih dengan kemampuan finansial terbatas, berkunjung ke IKN adalah sebuah kemewahan.

Bagaimana dengan Anda yang berdomisili di greater area Jakarta macam Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Depok? Tentu harus merogoh dompet lebih dalam.

Nah, ketika sampai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk terbang menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, sebagai pintu gerbang menuju IKN, ongkos yang harus Anda bayar lebih tinggi lagi. 

Tiket pesawat sekitar Rp 1,3 hingga Rp 2,5 juta sekali terbang dengan ragam maskapai mulai dari Lion Air, Citilink, Pelita Air, Super Air Jet, hingga Garuda Indonesia.

Belum lagi dari Bandara SAMS Balikpapan menuju IKN yang butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan, tentu ada biaya lagi yang harus Anda keluarkan.

Jika Anda melakukan reservasi kendaraan online, dana yang harus disiapkan sekitar Rp 1,5 juta. 

Berapa total biaya yang Anda keluarkan dari Jakarta menuju IKN? Sekitar Rp 3 juta sekali jalan. Biaya ini tidak termasuk penginapan, dan makan, lho.

Kendati begitu, IKN bukanlah lokasi yang sulit Anda jangkau. Dengan dana terbatas, untuk tidak dikatakan cekak, Anda bisa kok meninjau pembangunan IKN dengan cara super hemat.

Dari titik awal keberangkatan Stasiun Jakarta Pasar Senen menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi, kocek yang harus dikeluarkan senilai Rp 104.000.

Amazing Biaya ini unuk kursi KA Airlangga Kelas Ekonomi C dengan waktu tempuh 11 jam 50 menit.

Tujuan berikutnya adalah Pelabuhan Penumpang Surabaya Tanjung Perak dari Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Dengan lama perjalanan kurang dari 10 menit, ojek online yang Anda gunakan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi menuju Pelabuhan Penumpang Surabaya Tanjung Perak, bertarif hanya Rp 15.500.

Melalui reservasi online dengan tautan berikut ini, Anda bisa memesan tiket KM Labobar Kelas Ekonomi E seharga Rp 516.000, untuk rute Pelabuhan Penumpang Surabaya Pasar Turi menuju Pelabuhan Penumpang Balikpapan Semayang.

Setelah menempuh perjalanan sehari semalam, tiba di Pelabuhan Penumpang Balikpapan Semayang.

Di sekitar pelabuhan terdapat warung-warung kecil yang menyediakan makanan dan minuman ringan.

Seraya melepas penat, Anda bisa mengudap makanan khas Kalimantan Timur yang juga umum dijumpai di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, dan Sulawesi, yakni nasi kuning.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan ojek online dari Pelabuhan Penumpang Balikpapan Semayang menuju Terminal Batu Ampar.

Cukup Rp 13.000, ongkos yang harus saya bayar untuk jasa online rider ini. Di Pelabuhan Batu Ampar, tersedia hanya satu perusahaan operator bus yang melayani rute Balikpapan-IKN yakni PO Sinar Jaya.

Anda tak perlu melakukan reservasi tiket secara online, bisa melakukan pembayaran di Terminal Batu Ampar, atau di dalam bus.

Rute yang dilalui sangat berkontur, atau istilah zaman sekarang hilly. Mulai dari Jalan Raya Soekarno-Hatta, melalui Samboja, kemudian melintasi Jalan Raya Sepaku untuk selanjutnya membelah Jalan Negara.

Di sepanjang perjalanan, kita disuguhi infrastruktur mulus dengan cor beton, dan sebagian diaspal, yang dilengkapi panorama hutan hujan tropis di kiri-kanan jalan.

Jika kita beruntung, ada banyak fauna yang akan menyapa kita dari kejauhan, monyet abu-abu, burung, hingga bekantan.

Tujuan akhir dari perjalanan hemat anggaran ini adalah Rest Area IKN sebagai titik kumpul sebelum keberangkatan ke IKN dengan menumpang bus listrik yang disediakan panitia setiap 15 menit.

Dengan demikian, total biaya yang harus saya keluarkan untuk perjalanan dari Jakarta ke IKN Rp 1.001.500 atau satu juta seribu lima ratus rupiah.

https://ikn.kompas.com/read/2024/09/17/165351187/ingin-ke-ikn-tapi-dana-cekak-pilih-cara-super-hemat-ini-saja

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar