Sejak 2023 hingga pelaksanaan peletakan ekskavator pertama atau groundbreaking ke-8 pada Rabu (25/9/2024), sektor properti mendominasi dengan porsi lebih dari 80 persen.
Sektor properti yang dikembangkan adalah perhotelan, perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan, ruang komersial, pergudangan dan logistik, ruang konvensi, restoran dan kafe.
Hal ini menunjukkan, IKN memiliki potensi yang menjanjikan untuk investasi properti yang diprediksi akan makin cerah jika seluruh infrastruktur dasar dan ekosistem yang melengkapinya terbangun.
Plt Wakil Kepala Otorita IKN Raja Juli Anthoni mengatakan, penambahan investasi dari lima proyek baru adalah sebesar Rp 1,5 triliun.
"Sampai groundbreaking ke-7 itu, (nilai investasi) Rp 52,2 triliun. Hari ini (Rabu, red), tambah Rp 1,5 triliun. Berarti Rp 53,5 triliun total investasinya. Di luar dana Bank Indonesia (BI) dan PSSI,” ungkap Raja Juli menjawab Kompas.com.
Raja Juli memerinci, investasi pada groundbreaking ke-8 IKN ini juga sektor properti sangat dominan.
Meliputi, pembangunan Australia Independent School Nusantara senilai Rp 150 miliar, Delonix Nusantara (Rp 500 miliar), Teras Hutan IKN by Plataran (Rp 15 miliar), Magnum Resort Nusantara (Rp 800 miliar) serta D’Prima Hotel Nusantara (Rp 100 miliar).
Berikut daftar lengkap investasi swasta sektor properti di IKN:
Groundbreaking ke-1
Groundbreaking ke-2
Groundbreaking ke-3
Groundbreaking ke-4
Groundbreaking ke-5
Tidak ada
Groundbreaking ke-6
Groundbreaking ke-7
Groundbreaking ke-8
https://ikn.kompas.com/read/2024/09/26/121543887/investasi-swasta-di-ikn-ditopang-sektor-properti