Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Punya 3 Ruang Bermain "Outdoor", Upaya Balikpapan Menuju Kota Layak Anak

Salah satunya dengan menyediakan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di area terbuka yang sekaligus berfungsi sebagai taman dan area hijau.

Sepanjang tahun 2024, telah terbangun tiga RBRA yakni di Taman Bekapai, Taman Puspoyudo, dan Islamic Center.

Kepala DP3AKB Heria Prisni menuturkan, warga Kota Balikpapan menyambut antusias RBRA di tiga taman tersebut.

RBRA ini dianggap sangat bermanfaat bagi warga khususnya anak-anak. Paling tidak, dengan taman bermain ini, anak-anak tidak harus ke mal (pusat perbelanjaan) untuk bermain  perosotan, atau alat permainan lainnya.

Selain itu, dengan kehadiran RBRA ini para orangtua dapat mengurangi biaya pengeluaran untuk jajan, karena anak-anak asyik bermain.

Di sisi lain, anak-anak diajarkan bersosialisasi, sehingga tercipta interaksi dengan teman-teman sebaya.

"Paling tidak, mereka bisa bermain berjam-jam di RBRA, dan bisa melepaskan kebiasaan atau ketergantungan pada gawai. Selama ini kan bangun tidur, buka gawai, langsung main TikTok," ungkap Heria kepada Kompas.com, Senin (7/10/20240.

Kehadiran RBRA ini juga diharapkan berdampak pada pengurangan tindakan perisakan (bullying) di sekolah-sekolah.

Untuk dapat mengakomodasi antusiasme warga Kota Balikpapan, DP3AKB tengah menyusun Rencana Strategis (Renstra) tahun 2025 agar RBRA ini ditambah.

Menurut Heria, Renstra ini disusun berdasarkan hasil kajian dan evaluasi terhadap tiga RBRA yang telah beroperasi.

"Tahun depan, mudah-mudahan akan ditambah," cetus Heria.

Tantangan DP3AKB hanya pada masalah keterbatasan anggaran, dan juga ketersediaan sumber daya manusia (SDM) untuk menjaga dan memelihara RBRA agar terjamin keamanan dan keselamatan anak-anak selama bermain.

"Tantangannya karena RBRA ada di daerah terbuka, otomatis harus ada petugas yang ditempatkan. Kami khawatir ada kecelakaan, untuk itu harus merekrut orang untuk menjaga anak-anak bermain," imbuh heria.

Untuk itu, DP3AKB akan tersu menjalin kolaborasi dan sinergi dengan pihak-pihak yang selama ini berkontribusi terhadap kehadiran RBRA.

Sebut saja dengan kelurahan, kecamatan, atau korporasi, untuk menjadikan Kota Balikpapan sebagai KLA.

Untuk diketahui, saat ini status Balikpapan mendapat status Utama sebagai KLA setelah meraup nilai 891 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA).

Guna meningkatkan status menjadi benar-benar KLA dengan skoring 901-1000, Pemerintah Kota dan DPRD Balikpapan tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) KLA.

https://ikn.kompas.com/read/2024/10/07/185727487/punya-3-ruang-bermain-outdoor-upaya-balikpapan-menuju-kota-layak-anak

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com