Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pesawat Kepresidenan Boeing 737-800 "Happy Landing" di Bandara IKN

Tepat pukul 17.25 Wita pesawat jenis Boeing Business Jet (BBJ) 737-800 yang dikemudikan pilot Letkol Penerbang (Pnb) Septi Arun Dwi Saputra menyentuh landasan pacu bandara ketiga di Kalimantan Timur itu.

BBJ 737-800 merupakan pesawat ketiga atau terakhir yang melaksanakan proving flight di Bandara Nusantara.

Sebelumnya, terdapat dua pesawat milik TNI Angkatan Udara yang menjajal terlebih dahulu Bandara Nusantara yakni BBJ 737-200 yang diterbangkan Letkol Pnb Devi Oktaviandra dan BBJ 737-400.

Septi Arun menuturkan, sebelum mendarat di Bandara Nusantara, dia mendapat arahan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, dan masukan dari para pilot pesawat BBJ 737-200 dan BBJ 737-400.

"Alhamdulillah tadi semua sudah berjalan dengan aman dan lancar. Karena sebelumnya sudah mendapatkan informasi banyak dari teman-teman. Kemudian data-data juga kami collect, dan briefing terlebih dulu dulu di Balikpapan," ungkap Septi Arun kepada Kompas.com.

Pesawat kepresidenan ini melakukan approach sebanyak dua kali, yakni di runway 07 yang berjalan normal, serta di runway 25 hingga akhirnya bisa mendarat dengan aman dan lancar.

Meski masih ada catatan khusus pada saat melintasi approach path di sisi kanan, namun segera dipulihkan secara manual.

"Insya Allah untuk penerbangan Jumat (11/10/2024) besok, Presiden akan mendarat dengan aman," imbuh Septi Arun.

Septi Arun yang juga merupakan Komandan Skadron 17 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menyatakan kesiapannya untuk menerbangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke IKN.

"Saya menjadi person in charge (PIC) pesawat kepresidenan, dan Insya Allah terbang besok mengantar Presiden," cetus Septi Arun.

Menurut rencana, Presiden akan meresmikan Istana Garuda, Istana Negara, Rumah Sakit Mayapada, Rumah Sakit Hermina, dan menghadiri Kompas 100 CEO Forum. 

Adapun Bandara Nusantara dirancang memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Saat ini yang sudah terbangun sepanjang 2.200 meter.

Bandara Nusantara dilengkapi bangunan terminal seluas 7.350 meter persegi. Pembangunannya ditargetkan selesai pada 31 Desember 2024.

Ke depan, Bandara Nusantara diarahkan untuk dapat melayani pendaratan pesawat hingga jenis terbesar dan terberat Airbus 380 dan B-777 300 ER.

https://ikn.kompas.com/read/2024/10/10/210145587/pesawat-kepresidenan-boeing-737-800-happy-landing-di-bandara-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar