Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Akhir Oktober, Otorita Umumkan Rekomendasi Terkait Trem Otonom IKN

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi memastikan hal itu kepada Kompas.com, Selasa (15/10/2024).

Menurutnya, Tim Penilai PoC TOT sudah melakukan beberapa kali penilaian evaluasi dengan menjalankan sejumlah skenario operasional.

Hal ini mencakup kecepatan dengan batas tertentu, kapasitas, terutama mekanisme operasional tanpa awak, pergerakan, dan lain-lain.

"Saat ini sedang disiapkan laporan evaluasi Tim Penilai. Saya targetkan dalam dua minggu ini akan kami umumkan hasil rekomendasi Tim Penilai PoC TOT dari OIKN ke publik," ujar Ale.

Sebelumnya, TOT bertenaga listrik yang didatangkan langsung dari China tersebut, telah dicoba oleh Presiden Joko Widodo jelang HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Presiden berharap transportasi ini tak hanya dapat digunakan di IKN namun juga kota-kota lainnya di Indonesia.

Menurut Jokowi, salah satu kelebihan dari penggunaan TOT adalah biayanya yang relatif murah.

Pengoperasian kereta tidak berbasis rel dan cukup menggunakan jalan yang sudah ada, sehingga tidak membutuhkan pembangunan infrastruktur.

“Trem otonom kira-kira harganya Rp 70-an miliar satu rangkaian. Kalau kita mau membangun MRT itu per kilometernya Rp 2,3 triliun, kalau kita mau membangun LRT itu kurang lebih Rp 700 miliar per kilometer. Bedanya di situ,” ungkap Jokowi.

Namun, sayang menurut Jokowi, masalah yang sekarang ini masih dihadapi adalah ukuran jalan di kota-kota besar yang kurang lebar.

“Masalahnya, memang hampir di semua kota jalannya kurang lebar, sehingga tidak semua kota bisa memakai ART,” tuturnya.

TOT merupakan teknologi baru di moda transportasi darat, menggabungkan sistem transportasi light rapid transit (LRT) atau kereta ringan dan autonomous bus.

Kehadiran dan uji coba TOT ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi canggih, sekaligus menjadi contoh bagi pengembangan kota-kota lain di Indonesia.

https://ikn.kompas.com/read/2024/10/16/172010487/akhir-oktober-otorita-umumkan-rekomendasi-terkait-trem-otonom-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com