ICCC yang merupakan inisiatif Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN (OIKN) ini didukung penuh oleh Badan Perdagangan dan Pembangunan AS atau USTDA.
Dukungan lembaga ini berupa bantuan hibah senilai Rp 7,6 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 120,6 miliar yang berasal dari tujuh raksasa teknologi dunia.
Hibah tersebut akan mendanai proyek percontohan dan mendemonstrasikan solusi teknologi dari Autodesk, Amazon Web Services, Cisco Systems, Environmental Systems Research Institute, Honeywell International, International Business Machines Corporation (IBM), dan Motorola Solutions.
Perusahaan penasihat teknis AS, Meta Mind Global Corporation LLC akan bertindak sebagai kontraktor utama untuk mengoordinasikan proyek percontohan OIKN.
Mengapa USTDA mau berinvestasi teknologi di IKN?
Direktur USTDA Enoh T Ebong menuturkan, pihaknya ingin membantu OIKN untuk memajukan pembangunan kota pintar dan infrastruktur berkualitas tinggi yang akan meningkatkan keberlanjutan dan kualitas hidup di ibu kota baru Indonesia.
“Perusahaan AS dan mitra teknologi tepercaya dapat mendukung investasi dalam infrastruktur digital penting ini dengan menghadirkan inovasi mutakhir," ujar Ebong.
Penerapan pusat komando terpadu ini akan memungkinkan pengumpulan data, analisis, dan pengambilan keputusan secara real-time pada seluruh operasional IKN.
Selain itu, proyek ini juga dapat meningkatkan kesadaran situasional OIKN, mengoptimalkan alokasi sumber daya publik, meningkatkan penyediaan layanan warga negara, dan meningkatkan keselamatan dan keamanan publik di IKN.
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, kolaborasi ini menandai tonggak penting dalam upaya OIKN untuk mengembangkan Nusantara sebagai model pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan inovatif.
Integrasi teknologi canggih ke dalam infrastruktur kota pintar kami tidak hanya akan meningkatkan kemampuan operasional kami tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penduduk.
"Kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun ibu kota yang siap menghadapi masa depan yang berada di garis depan transformasi hijau dan digital," ujar Basuki.
Duta Besar AS untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdhir menambahkan, dukungan USTDA untuk mengembangkan proyek pusat komando terpadu ini merupakan contoh komitmen teguh untuk memperdalam kemitraan AS-Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Dengan menyatukan inovasi dan keahlian kota pintar dari perusahaan teknologi AS terkemuka dalam mendukung visi Indonesia yang berwawasan ke depan, kolaborasi ini akan memberikan solusi transformatif yang membantu mempercepat pertumbuhan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup bagi semua warganya.
"Bersama-sama, kita memajukan infrastruktur digital yang mendorong kemajuan ekonomi, membangun ketahanan, dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih sejahtera bagi kedua negara kita," ucap Lakhdir.
ICCC merupakan bagian dari serangkaian program USTDA untuk mendukung pengembangan IKN.
Termasuk misi perdagangan balasan ke Amerika Serikat pada April 2024, lokakarya pelatihan di Jakarta, dan forum bisnis untuk membiasakan para pengambil keputusan Indonesia dengan solusi kota pintar dan praktik terbaik untuk implementasinya.
Bantuan teknis yang didanai USTDA juga menyediakan desain terperinci dan pengembangan kapasitas bagi OIKN untuk mengintegrasikan aplikasi kota pintar prioritas di IKN.
Bantuan teknis ini mendukung inisiatif prioritas pemerintah AS, termasuk Strategi Indo-Pasifik dan Kemitraan untuk Infrastruktur dan Investasi Global.
Tujuannya untuk mengembangkan, memperluas, dan menyebarkan infrastruktur digital yang aman guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan memfasilitasi masyarakat digital yang terbuka.
https://ikn.kompas.com/read/2024/11/23/120000487/alasan-amerika-serikat-di-balik-investasi-infrastruktur-digital-ikn