Hal ini terungkap setelah Otorita IKN menerima kunjungan perusahaan ritel terkemuka Magnit PJSC melalui Representasi Dagang dari Federasi Rusia di Republik Indonesia, Kamis (28/11/2024).
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Agung Wicaksono mengungkapkan, Magnit menyampaikan keinginan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemajuan dari pembangunan IKN.
"Selain Magnit, ada juga minat dari perusahan-perusahan Rusia lainnya ke IKN, tadi disampaikan juga tahun 2025 rencananya mereka akan ke IKN," imbuh Agung.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai Magnit, Kompas.com merangkum latar belakang dan kiprahnya di sektor ritel negeri yang kini dipimpin Vladimir Putin itu.
Dihimpun dari laman resmi dan sejumlah sumber, Magnit beken sebagai salah satu jaringan ritel makanan dan non-makanan terkemuka di Rusia.
Bahkan, mereka didapuk menjadi nomor satu berdasarkan jumlah toko dan cakupan geografis.
Perusahaan ini beroperasi di sekitar 4.387 lokasi dan meraup 18 juta pelanggan setiap hari.
Magnit beroperasi dengan mengusung konsep multiformat, yang mencakup toko serba ada, toko kelontong, supermarket, dan apotek.
Hingga 30 Juni 2024, perusahaan ini memiliki total 30.109 toko di 67 wilayah Rusia. Program loyalitas lintas format Magnit mencakup 80,5 juta orang.
Selain komoditas, perusahaan ini mengoperasikan bisnis produksi makanan berlabel pribadi, dan mengelola beberapa pabrik, menanam sayuran dan produksi makanan kering serta penganan.
Perusahaan ini memiliki kompleks rumah kaca dan jamur, yang termasuk terbesar di Rusia. Infrastruktur logistik perusahaan mencakup 47 pusat distribusi dan 6.080 truk.
Pada tahun 2000, Magnit tercatat dalam daftar Perusahaan Publik Terbesar Rusia di Dunia versi Forbes. Hingga saat ini, mereka mempekerjakan lebih dari 360.000 karyawan.
Sejarah
Magnit didirikan oleh Sergey Galitsky pada tahun 1994 di Krasnodar, wilayah selatan Rusia, sebagai perusahaan regional kecil.
Pada tahun 2006, perusahaan ini melakukan IPO di Bursa Efek London (pencatatan dibatalkan pada tanggal 30 Agustus 2022).
Saham beredar bebas adalah 66,8 persen, dan diperdagangkan di Bursa Moskow (MOEX: MGNT).
Menurut hasil pra-IFRS 16 untuk Semester I-2024, pendapatan Magnit mencapai RUB 1.460 miliar, sementara EBITDA tercatat RUB 77 miliar.
Jenama Magnit sejatinya merupakan akronim dari frasa Magazin Nizkikh Tarifov, yang artinya toko dengan tarif rendah.
Sejak 2006, perusahaan ini telah mengembangkan jaringan hipermarket Magnit di banyak kota dan desa di Rusia.
Perusahaan ini menyalip saingannya X5 Group sebagai peritel terbesar di Rusia dalam hal penjualan pada April 2013.
Kemudian pada Juli 2014, Magnit tampil sebagai peritel terbesar keempat di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
Sejak November 2021, Marathon Group yang dimiliki oleh Alexander Vinokurov menjadi pemegang saham terbesar Magnit.
https://ikn.kompas.com/read/2024/11/28/130000187/magnit-raksasa-ritel-terbesar-rusia-kepincut-masuk-ikn