Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ke Mana Libur Nataru? IKN Saja, Ini Layanan dan Fasilitasnya

Di Ibu Kota Baru Republik Indonesia ini, Anda bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, dengan menikmati visual bermacam langgam arsitektur gedung-gedung perkantoran dan puluhan tower pencakar langit apartemen.

Suguhan karya arsitektur ciamik sekaligus panoramik di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, akan memanjakan indera sensual empiris Anda.

Sebut saja bangunan ikonik Istana Garuda karya seniman patung terkemuka asal Bali, Nyoman Nuarta.  

Burung Garuda pada Istana Garuda IKN dibangun dari kerangka baja, serta cangkang dari tembaga, kuningan, galvalum, dan kaca.

Seiring berjalannya waktu, tembaga dan kuningan akan mengalami proses oksidasi, sehingga tampilan garuda perlahan-lahan berubah warnanya dari gelap menjadi biru kehijauan yang matang.

Proses perubahan warna serupa juga dialami oleh karya lain Nyoman Nuarta, Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

Anda juga bisa melihat proses oksidasi ini pada patung ikonik lain seperti Liberty di New York, Amerika Serikat.

Nyoman Nuarta menjelaskan, rangka dalam Istana Garuda dibuat dengan sangat teliti dan cantik, menggunakan baja buatan dalam negeri yang dibeli dari PT Krakatau Steel Tbk.

Seluruh rangka dibuat khusus dengan material yang telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), bukan produk yang dibeli di pasaran.

Pada logam seperti tembaga, oksidasi menghasilkan oksida tembaga, yang kemudian membentuk lapisan tipis karbonat tembaga yang disebut patina.

Patina sendiri akan melindungi tembaga dari korosi, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Kaca anti-peluru digunakan untuk memenuhi standar keamanan dan pengamanan. Karena Istana Negara merupakan obyek vital Nasional yang memerlukan sistem keamanan yang ketat.

Bangunan Istana Negara dirancang dengan tampilan monumental dan simetris yang dominan, diimplementasikan pada wajah depan Istana dengan pilar-pilar tinggi sejumlah 34 pilar.

Konsep keseimbangan bukan hanya pada tampilan bangunan namun juga secara keseluruhan kawasan.

Selain itu, bangunan juga didesain tanggap iklim dan meminimalisasi perubahan terhadap bentuk dan kondisi topografi tapak.

Lantai bangunan Istana Negara dilapisi marmer, parket, dan homogenous tile (HT). Dan khusus lantai lobby, dilapisi marmer hijau Juparana.

Sedangkan, marmer Ujungpandang digunakan sebagai pelapis lantai. Pada sebagian dinding beton, dilapisi kayu ukiran hasil karya seniman dari Pulau Jawa dan Bali dengan craftmanship tinggi, kemudian sebagian dinding lainnya dilapisi anyaman pisang, HT, marmer, granit, dan labradorite. Tak hanya itu, pada ornamen dinding terdapat artwork dan cat tekstur.

Berlanjut ke plafon Istana Negara yang terbuat dari gypsum, kayu solid, veneer, ukiran kayu dan tembaga.

Adapun atap bangunan mencakup bitumen dan roof garden. Sedangkan unsur sanitary-nya terdiri dari sanitary VVIP, VIP, dan umum.

Sedangkan penataan lanskapnya dirancang dengan luas area tanam 109.932 meter persegi, dengan 40 persen tanaman endemik 40 persen, dan 60 persen tanaman non-endemik.

Hal ini karena IKN dirancang sebagai smart city forest. Jadi penataan lanskapnya pun harus mengacu pada konsep itu.

Selain itu, penataan lanskap juga mencakup 35 jenis pohon dengan jumlah 2.509 satuan tanaman atau Nos, 24 jenis semak (82.948 nos), jenis rumput Zoysia Matrella, granit bakar dan andesit bakar, planter box granit, cat tekstur, serta water feature.

Beralih ke kolom fasad, meliputi 34 pilar dengan sentuhan akhir marmer white tassos. Menarik, bukan?

Selain dua bangunan grande tersebut, pengunjung juga dapat menikmati Plaza Seremoni, Forest Trail, Visitor Center, Gallery Center, Taman Kesuma Bangsa, Bukit Bendera, dan Beranda Nusantara.

Otorita IKN akan mengoptimalkan akses jalan, bus antar jemput pengunjung dan fasilitas pendukung lain seperti parkir tambahan dan pos kesehatan.

Selain itu, Otorita IKN berencana memanfaatkan teknologi digital, termasuk Video Management System berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memantau kondisi di KIPP IKN secara real-time.

Menurut Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw, hal ini dilakukan guna mendukung pengelolaan kerumunan dan keamanan pada rest area, plaza seremoni dan tempat-tempat ramai lainnya selama Libur Nataru.

tak hanya itu, imbuh Troy, Otorita IKN akan memberikan pelayanan kesehatan bagi pengunjung IKN yang membutuhkan pertolongan kesehatan.

Tim Medis bersama ambulans akan berada di Pos Kesehatan Rest Area IKN dan Pos Kesehatan di area Plaza Ceremony IKN.

"Rumah Sakit Hermina Nusantara dan Rumah Sakit Mayapada Nusantara telah disiapkan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan rujukan kegawatdaruratan medis bagi pengunjung IKN selama libur Nataru," ungkap Troy kepada Kompas.com, Jumat (20/12/2024).

Hingga saat ini, tercatat 99.600 pengunduh iKnow. Sementara selama rentang awal Desember sampai dengan artikel ini ditayangkan, jumlah unduhan mencapai 15.000 pengguna.

Adapun jumlah pengunjung sejak awal IKN dibuka untuk umum pada 16 September 2024 lebih dari 112.800 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

https://ikn.kompas.com/read/2024/12/20/181609287/ke-mana-libur-nataru-ikn-saja-ini-layanan-dan-fasilitasnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar