Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Endra Saleh Atmawidjaja mengatakan, saat ini progres proyek tersebut telah mencapai 40 persen.
"Masjid Negara 40 persen, karena ini kan sampai Juni 2025 (masa pekerjaan sesuai kontrak)," ujar Endra saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (20/12/2024).
Sehingga, apabila Hari Raya Idul Fitri tahun 2025 jatuh pada bulan Maret, maka diperkirakan infrastruktur tersebut sudah berstatus fungsional.
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti sebelumnya menyampaikan hal ini saat meninjau proyek IKN beberapa waktu lalu.
"Tolong perhatikan progres, lebih dipercepat lagi. Saya minta Maret memasuki Ramadhan sudah selesai dan bisa digunakan shalat Idul Fitri di sini," kata Diana saat meninjau pembangunan Masjid Negara IKN, Minggu (1/12/2024).
Proyek yang menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 940 miliar ini dirancang memiliki daya tampung 50.000 jemaah.
Sebelumnya, pada rancangan awal masjid ini, kapasitasnya hanya 25.000 jemaah pada masa puncak Hari Besar Keagamaan.
Namun, kemudian diminta oleh Kurator IKN Ridwan Kamil untuk ditingkatkan menjadi dua kali lipat daya tampung awal.
Masjid Negara IKN dibangun di atas lahan seluas 32.125 meter persegi dengan luas bangunan masjid 61.596 meter persegi.
Juga ada bangunan komersial seluas 2.212 meter persegi setinggi dua lantai, dan bangunan penunjang seluas 727 meter persegi satu lantai.
Pembangunan Masjid Negara di bawah tanggung jawab Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur dengan kontraktor pelaksana PT Adhi Karya Tbk–PT Hutama Karya KSO.
Secara kontrak, pelaksanaan proyek ini sudah dimulai sejak November 2023 dengan masa waktu pelaksanaan 400 hari kerja.
https://ikn.kompas.com/read/2024/12/23/110145787/masjid-negara-ikn-tembus-40-persen-menuju-idul-fitri-2025