Kepala Dishub Balikpapan Adwar Skenda Putra mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, Senin (6/1/2025).
"Selain BCT, kami juga menyiapkan kendaraan pengumpan atau feeder," ujar Edo.
Realisasi aglomerasi transportasi wilayah mitra IKN sudah dibicarakan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Otorita IKN.
"Kemarin kami berkumpul IKN dikumpulkan oleh Kemenhub. Mereka menyusun aglomerasi mitra IKN," tutur Edo.
Menurut Edo, semua kendaraan yang ada di IKN bermuara dari daerah mitra. Seperti dari Balikpapan, ada BCT, dan lain-lain.
Transportasi eksisting inilah yang akan terus dikembangkan ke depannya.
Untuk diketahui, tak hanya dengan Balikpapan, aglomerasi transportasi akan menghubungkan IKN dengan daerah-daerah penyangga lainnya seperti Samarinda, dan Kutai Kartanegara.
Integrasi ini akan dilakukan melalui berbagai moda transportasi, antara lain transportasi massal melalui pembangunan sistem transportasi modern dan efisien, seperti kereta api ringan (LRT), bus rapid transit (BRT), dan moda transportasi berbasis rel lainnya.
Kemudian transportasi jalan melalui peningkatan kualitas dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti jembatan dan terowongan.
Selanjutnya transportasi udara melalui pengembangan bandara internasional yang modern dan efisien.
Dan terakhir transportasi laut melalui peningkatan konektivitas melalui jalur laut, terutama untuk mendukung aktivitas logistik dan pariwisata.
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/07/113000987/perkembangan-terbaru-aglomerasi-transportasi-balikpapan-dan-ikn