Pelatihan yang diikuti 80 orang ini merupakan bagian dari upaya proaktif percepatan pemberian makanan bergizi gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Alwiati menuturkan, pelatihan diberikan dalam seluruh tahapan, mulai dari proses produksi, menjaga kesehatan lingkungan di area produksi, sarana penyediaannya, di lokasi kateringnya, pemilihan bahan yang memenuhi persyaratan kesehatan, hingga pengemasan.
"Tujuan pelatihan ini adalah untuk menjamin bahwa makanan yang disediakan tersebut layak untuk dikonsumesi anak-anak," tutur Alwiati, Selasa (14/1/2025).
Dia menambahkan, selain proses produksi, sarana produksi MBG juga harus memenuhi persyaratan, dan dapat menjamin bahwa makanan yang disiapkan aman, sehat dan bergizi.
Dari hasil pelatihan ini, para penjama MBG akan mendapatkan sertifikat layak, higien, dan sanitasi.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Balikpapan Andi Sri Juliaty menjelaskan, program MBG di sekolah Kota Balikpapan akan digelar dalam waktu dekat.
"Dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang ditugaskan di Balikpapan sudah ada disini, jadi sekarang tinggal finalisasi teknis jasa boga," kata Andi.
Menurutnya, penyedia jasa boga saat ini tengah menunggu kedatangan piring saji makan anak-anak yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju Balikpapan.
Dalam menjalankan program MBG ini, Pemerintah Kota Balikpapan menggunakan tiga jasa boga lokal yang telah ditentukan Badan Gizi Nasional (BGN).
Mereka menyiapkan jenis makanan dengan nominal yang berbeda, sesuai dengan nilai kandungan gizi pada makanan tersebut.
Tujuh Sekolah
Pelaksanaan program MBG secara bertahap dimulai di tujuh sekolah di wilayah Kecamatan balikpapan Selatan.
Ketujuh sekolah tersebut adalah lima sekolah tingkat SD yakni SDN 010, SDN 015, SDN 016, SD Nurul Ilmi, SD Nurul Ilmi 1, dan dua sekolah tingkat SMP yakni SMPN 18 dan SMPN 26.
Seluruhnya memiliki sebanyak 3.335 murid penerima manfaat yang telah didata oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
"Mereka didata melalui orang tuanya apakah ada yang memiliki alergi contoh alergi ayam dan sebagainya, dan itu nanti akan diganti dengan makanan jenis lain namun memiliki kadar gizi yang sama," jelas Andi.
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/14/102004787/percepat-realisasi-mbg-dinkes-balikpapan-latih-80-penyedia-makanan