Kepala Dinas Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan Hasbullah Helmi mengungkapkan, pengaruh langsung dari kehadiran IKN adalah bertumbuhnya aktivitas meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE), serta perhotelan dan kuliner.
"Sementara kehadiran RDMP secara langsung telah berkontribusi sebesar 50 persen terhadap total realisasi investasi yang diraup Balikpapan sepanjang 2023 hingga Kuartal III-2024," ujar Helmi.
Sebelum ada IKN dan RDMP, realisasi investasi di Kota Balikpapan hanya sekitar Rp 3,53 triliun.
Setelah dua proyek strategis nasional (PSN) ini dibangun di wilayah Kalimantan Timur, realisasi investasi pun meroket 683,44 persen.
Catatan pada 2023 saja, realisasi investasi di Balikpapan menyentuh angka Rp 24,125 triliun. Sementara tahun 2024 sampai kuartal III telah mencapai Rp 18 triliun.
"Kami yakin angka tersebut akan melebihi pencapaian 2023, mengingat laporan Kuartal IV-2024 masih dihitung," cetus Helmi.
Sementara untuk proyeksi investasi 2025, Helmi mengharapkan akan melebihi perolehan tahun 2024.
Hal ini menyusul tren yang terjadi setelah kehadiran IKn dan mulai beroperasinya RDMP tahun 2025 ini.
Ada lebih dari 5.000 Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan sektor usaha kuliner kelas UMKM yang sudah masuk ke DPMPTST dan menempati lima besar dengan nilai Rp 200 miliar.
Namun demikian, menurut Helmi, angka itu tidak bisa disandingkan dengan nilai investasi high profile seperti pabrik-pabrik di Kawasan Industri, di mana satu pabrik bisa senilai Rp 1,3 triliun.
Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan promosi dan menjual potensi Balikpapan. Salah satunya menawarkan Kawasan Industri Kariangau.
"Keamanan dan stabilitas untuk investasi, kami jamin," tuntas Helmi.
https://ikn.kompas.com/read/2025/01/22/202539887/karena-ikn-dan-rdmp-investasi-di-balikpapan-meroket-jadi-rp-24-triliun