Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pembangunan IKN Ditinjau Ulang, AHY Pastikan Lebih Adaptif dan Efisien

AHY mengatakan hal itu usai menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto untuk membahas kelanjutan pembangunan IKN, seperti dikutip Kompas.com, Rabu  (05/02/2025).

Berdasarkan ratas sebelumnya pada Januari lalu, Presiden meminta AHY, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono untuk melakukan review terhadap sejumlah aspek.

Termasuk desain dan kelanjutan pembangunan IKN, khususnya fasilitas di kawasan legislatif dan yudikatif.

"Kami akan mendengarkan arahan Presiden terkait visi beliau ke depan," ujar AHY.

AHY menegaskan, seluruh kementerian dan lembaga, termasuk yang bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur, tengah melakukan penyesuaian dalam perencanaan dan eksekusi proyek.

Upaya efisiensi ini dilakukan agar tidak terjadi pemborosan anggaran dan memastikan setiap proyek memiliki urgensi serta manfaat yang jelas bagi masyarakat.

"Penekanannya adalah tidak boleh ada yang tidak efisien atau yang sering disebut kebocoran oleh Presiden. Kita harus bijak menentukan prioritas, mengkaji dan mengevaluasi proyek-proyek yang berjalan maupun yang akan dibangun ke depan," lanjut AHY.

Tidak hanya IKN, tetapi juga infrastruktur lain seperti pemeliharaan proyek reguler dan pembangunan baru.

Pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan IKN tetap berjalan sesuai rencana dengan sejumlah penyesuaian strategis.

Dalam rapat terbatas tersebut, pemerintah telah menetapkan alokasi anggaran kurang-lebih sebesar Rp 48,8 triliun untuk pembangunan IKN pada periode 2025-2029, yang akan digunakan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Fokus utama di IKN saat ini adalah pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif, yang akan melengkapi kawasan inti pusat pemerintahan seperti Istana Negara dan Istana Garuda yang telah rampung.

AHY optimistis, progres pembangunan IKN akan berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Pemerintah berkomitmen untuk mengawal pembangunan ini agar segera memberikan manfaat nyata bagi bangsa.

https://ikn.kompas.com/read/2025/02/05/093000587/pembangunan-ikn-ditinjau-ulang-ahy-pastikan-lebih-adaptif-dan-efisien

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com