Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Keberlanjutan Program MBG di Balikpapan Tunggu Kepastian Pusat

Program MBG dimulai secara resmi pada Senin (17/2/2025) di tujuh sekolah yakni SDN 010, SDN 015, SDN 016, SMPN 26, SMPN 18, serta TK dan SD Nurul Ilmi dengan jumlah 3.300 siswa penerima manfaat. 

Namun, terkait anggaran untuk keberlanjutan program ini, masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufiq menuturkan, siap mendukung program MBG dan berharap dapat terus berlanjut hingga menjangkau 60.000 siswa di Balikpapan, mulai dari TK hingga SMA.

"Harapan kami sebetulnya adalah ini terus berjalan, karena kami hanya penerima manfaat itu. Kalau misalnya BGN berhenti melakukan kegiatan ini berarti kan kita tidak bisa apa-apa," tutur Irfan, Senin (17/2/2025).

Terkait anggaran daerah untuk program ini, Kepala Badan Keuangan dan Anggaran Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo mengatakan, masih menunggu surat edaran dari Menteri Dalam Negeri.

Namun, ia memperkirakan bahwa daerah akan berkontribusi sekitar Rp 100 miliar-Rp 150 miliar yang berasal dari efisiensi sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025.

"Ini kami masih menunggu surat edaran dari Menteri Dalam Negeri. Tapi pastilah yakin bahwa nanti daerah juga punya kontribusi. Cuma besarnya berapa kita masih belum tahu karena harus menunggu surat edaran dulu dari Menteri Dalam Negeri," tutur Budi.

Ia menambahkan, alokasi anggaran dari daerah sendiri sudah disiapkan, namun besarannya masih belum bisa dipastikan karena harus menunggu surat edaran dari Menteri Dalam Negeri terkait dengan pemanfaatan inpres.

"Saat ini masih menggunakan APBN. Namun, sekali lagi kami nunggu surat edaran, karena tindak lanjut dari inpres itu sendiri terhadap persentasenya, besaran rupiahnya itu nanti saya yakin akan muncul di Mendagri," jelas Budi.

Sekretaris Kota Balikpapan Muhaimin juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dengan keberlanjutan program ini.

"Komunikasi kami dengan BGN ini harus jalan terus sampai dengan semua tercover," ujarnya.

Dengan adanya kejelasan terkait anggaran dari pemerintah pusat dan daerah, diharapkan program MBG ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak di Balikpapan.

https://ikn.kompas.com/read/2025/02/18/062628387/keberlanjutan-program-mbg-di-balikpapan-tunggu-kepastian-pusat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com