Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Testimoni Generasi Pionir ASN yang Berkantor di IKN: Bangga Jadi Bagian Sejarah!

Perpindahan ini disambut antusias oleh para ASN, yang merasa happy (senang) menjadi salah satu generasi pertama dan bagian dari sejarah pembangunan ibu kota baru Indonesia.

ASN yang juga Staf Kedeputian Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LH-SDH) Otorita IKN Anggi D Chairani, mengungkapkan kegembiraannya.

"Seru, happy, akhirnya kami enggak di Balikpapan lagi. Dengan berkantor di IKN, kami bisa lebih pasti menyesuaikan jadwal pekerjaan," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (4/3/2025).

Ia juga memuji kenyamanan kantor baru yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti AC, jaringan internet nir kabel berkecepatan tinggi, dan indoor forest.

"Ini nyaman banget, tempatnya enggak benar-benar kosong, saya pindah ke sini, semua sudah tersedia. Ini hari kedua kami bekerja di sini, semua terpenuhi. Tinggal mengejar target pekerjaan yang harus tercapai," ungkapnya.

Anggi merasakan suasana yang berbeda dibanding dengan kantor Otorita IKN sebelumnya baik di Balikpapan, maupun di Jakarta.

"Keluar kantor, suasana beda. Kantor Otorita IKN ini kan balai kota-nya IKN. Posisinya menghadap langsung Titik Nol IKN. Saya enggak mau kembali ke Balikpapan, kejauhan," imbuh Anggi.

ASN lainnya dari Kedeputian Bidang Transformasi Hijau dan Digital (THD) Adam Rafieariq juga memberikan kesan positif terhadap kantor baru di IKN.

"Kami (Kedeputian THD) sudah menempati kantor Otorita IKN sejak hari Senin, 3 Maret 2025 kemarin. Kesannya baik, kantor ini menjadi ruang nyaman untuk kami bekerja," tutur Adam.

Namun demikian, ada beberapa fasilitas kantor yang masih perlu dilengkapi, seperti kantin, kebersihan, ketersediaan toilet, dan konektivitas.

"Memang masih banyak yang perlu dilengkapi dari fasilitas kantor, seperti ketersediaan kantin/makan, kebersihan dan ketersediaan toilet, dan konektivitas," ungkap Adam.

Dikatakan salah satu, karena sebelumnya ASN Kementerian Pekerjaan Umum (dahulu PUPR) telah berkantor terlebih dahulu di IKN, bahkan sebelum Otorita IKN dibentuk sejak akhir 2022.

Hal inilah yang menjadi pembeda atau wow factor, mengapa bekerja dan berkantor di IKN memiliki kesan tersendiri.

"Pengalaman yang diperoleh sebagai pionir bekerja di ibu kota masa depan Indonesia ini adalah wow-nya. Tapi ini (masih) bisa ditingkatkan ke depannya," ucap Adam.

"Ke mana-mana dekat, ada minimarket, layanan pengiriman barang, dan lain-lain di IKN," timpal Anggi.

Para ASN menggunakan bus bersama-sama untuk berangkat dan pulang kerja, sebagai bagian dari upaya mewujudkan target 80 persen pergerakan menggunakan transportasi umum atau mobilitas aktif.

Fasilitas pendukung lainnya juga tersedia, seperti Grab Mart untuk membeli sembako, Indomaret di bawah rusun, dan Plaza Seremoni untuk membantu para ASN lepas dari kepenatan alias healing.

Kendatipun harus melewati proses yang demikian panjang sejak 2022, ditambah pendapat pro dan kontra masyarakat, mengenai keberlanjutan IKN.

"Apa pun itu, merupakan bagian dari risiko yang kami ambil, ada banyak pro dan kontra. Tapi kami tetap semangat bekerja. Bangga bisa membangun Indonesia dan menjadi bagian dari sejarah," tuntas Anggi.

https://ikn.kompas.com/read/2025/03/04/124205287/testimoni-generasi-pionir-asn-yang-berkantor-di-ikn-bangga-jadi-bagian-sejarah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com