Kondisi ini menunjukkan stabilitas perekonomian daerah di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Kepala BI Perwakilan Kaltim, Budi Widihartanto, menyatakan bahwa deflasi ini mencerminkan ekonomi yang tetap stabil dan terkendali.
"Jika terpengaruh dinamika global, maka tingkat inflasi akan tinggi," ujar Budi, di Samarinda, Rabu (5/3/2025).
Pemberian diskon 50 persen untuk tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya hingga 2.200 VA memberikan andil deflasi sebesar 0,51 persen (mtm).
Demikian halnya dengan penurunan kelompok transportasi seperti diskon harga tiket pesawat menjadi kontributor utama terjadinya deflasi.
BI Kaltim dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga, antara lain Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Kemudian Peningkatan Produksi Pertanian melalui mekanisasi pertanian, bantuan pupuk, dan sarana prasarana pertanian kepada kelompok tani.
Selanjutnya Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan serentak di kabupaten/kota pada Maret, serta telah dilakukan di beberapa daerah pada Februari.
Berikutnya Penguatan Komunikasi dan Koordinasi antar-TPID, sosialisasi diversifikasi pangan, dan imbauan belanja bijak.
Proyeksi Maret
Tekanan inflasi diperkirakan meningkat pada Maret 2025 seiring berakhirnya diskon listrik dan meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
"Kami mengimbau masyarakat untuk belanja bijak dan membeli sesuai kebutuhan agar harga tetap stabil," ucap Budi.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan perekonomian Kaltim tetap stabil dan terkendali, serta masyarakat dapat merayakan hari besar dengan tenang.
https://ikn.kompas.com/read/2025/03/05/131157687/ekonomi-kaltim-stabil-di-tengah-dinamika-global-deflasi-025-persen