Kondisinya diselimuti debu tebal material konstruksi dari pekerjaan pembangunan infrastruktur IKN.
Jika sebelumnya diparkir di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur, TOT CRRC Qingdao Sifang ini telah digeser ke bagian timur atau tepatnya dekat dengan Jalan Bebas Hambatan Seksi 6A.
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Otorita IKN Tonny Agus Setiono membenarkan, rolling stock TOT buatan CRRC Sifang masih berada di IKN.
"Dipindahkannya posisi TOT tersebut karena di lokasi sebelumnya sedang ada pembangunan," ujar Tony kepada Kompas.com, Rabu (5/3/2025).
Sedianya, rangkaian kereta tersebut dikembalikan pada Februari 2025 ke negara asal, usai kegagalan menjalani Proof of Concept (PoC).
Sementara TOT lainnya yang merupakan pabrikan CRRC Zhuzhou Institute Co Ltd dan Norinco sudah lama kembali ke negara asalnya.
Sejatinya, TOT CRRC Zhuzhou Institute Co Ltd dan Norinco telah sukses beroperasi secara otonom di China, dan tiba lebih awal di Balikpapan. Namun, trem ini tak mendapatkan kesempatan untuk menjalani PoC.
Kegagalan CRRC Qingdao Sifang
Kegiatan penilaian PoC ini didukung oleh tim evaluasi independen yang terdiri dari para pakar transportasi dan teknologi sistem kendali otonom tiga perguruan tinggi, asosiasi profesi, dan praktisi profesional di Indonesia.
Penilaian PoC berlangsung sejak 12 September 2024 hingga 22 Oktober 2024 di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan dua rute pengujian yang mencakup area di sekitar Kemenko 1–4, serta Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dan Timur.
Evaluasi tim ahli penilai PoC ini fokus pada skenario pengujian seperti pengereman darurat, kemampuan otonom, dan performa baterai untuk memastikan teknologi TOT siap diimplementasikan di IKN.
Rekomendasi penilaian juga termasuk perlunya penyempurnaan operasional trem secara otonom, peningkatan fitur adaptasi dan keselamatan pada situasi mixed traffic, dan pembaruan sistem komunikasi agar sejalan dengan persyaratan keamanan siber di IKN.
ada tiga catatan penting dari hasil temuan tim penilai. Pertama, TOT CRRC Qingdao Sifang belum bisa berfungsi secara otonom.
Pengemudi masih tetap duduk memegang kemudi (steer) dan selalu bersiap untuk mengambil alih (override) kendali otomatis ke manual.
Hal ini memperlihatkan bahwa penyedia teknologi belum yakin penuh pada keandalan (realibilitas) sistem kendali otonomnya.
Catatan kedua adalah performa sistem otonom belum teruji sepenuhnya. Tidak terdapat rencana kecepatan dan pengereman per rute jalan atau programmable route control.
Selain itu beberapa skenario perjalanan yang diminta untuk pengujian otomatisasi masih memerlukan pengaturan ulang di lapangan.
Dengan demikian, TOT CRRC Qingdao Sifang ini belum terbukti memiliki sistem otonom yang adaptif terhadap berbagai kondisi yang mungkin terjadi selama operasional.
Catatan ketiga, sistem pengereman otonom pada trem ini juga belum menunjukkan kemampuan pengereman, pengurangan kecepatan ataupun pemberian peringatan secara otomatis bila dijumpai adanya penghalang atau obyek yang melintas.
Dari berbagai hasil temuan dan pengujian di lapangan, Tim Penilai PoC TOT menyimpulkan bahwa mode otonom belum berfungsi optimal karena masih harus ada intervensi manual pengemudi dalam keadaan darurat.
Selain itu, sistem kendali otonom ART pada PoC belum menunjukkan kemampuan bidireksional (dua arah).
https://ikn.kompas.com/read/2025/03/05/160714387/trem-buatan-china-yang-gagal-beroperasi-otonom-di-ikn-tak-kunjung-dikembalikan