Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Arkonin dan Airmas Asri, Perancang Kompleks DPR/MPR RI di IKN

Oleh karena itu, ekosistem perkantoran yang mendukung fungsi legislatif dan yudikatif (DPR/MPR RI) harus sudah dibangun dan beroperasi pada tahun tersebut.

Bukan sekadar terbangun, Prabowo juga ikut intervensi dalam rancangan gedung legislatif dan yudikatif.

Namun demikian, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti memastikan bahwa revisi ini tidak akan menambah biaya pembangunan.

Diana memerinci, beberapa aspek desain yang direvisi antara lain atap gedung. Prabowo menilai desain atap sebelumnya terlalu fancy dan meminta untuk diubah.

"Desain atap telah diubah dan dianggap cukup bagus," cetus Diana.

Prabowo juga mengusulkan agar desain interior gedung mengacu pada bangunan-bangunan di India yang memiliki unsur-unsur yang mirip dengan Indonesia, seperti penggunaan kayu dan warna-warna tertentu.

Lantas, siapakah perancang Kompleks Perkantoran Lembaga Legislatif dan Yudikatif?

Mereka adalah dua perusahaan Nasional yakni Airmas Asri dan Arkonin.

Keduanya dikenal telah merancang dan merekam jejak arsitektural, rancangan induk, interior dan pekerjaan-pekerjaan struktur dengan kompleksitas tinggi.

Selain itu, keduanya juga dikenal sebagai spesialis pemenang kompetisi atau sayembara bergengsi. 

Biro arsitek ini memiliki filosofi bukan hanya untuk merancang bangunan indah dan mengesankan, melainkan ingin menciptakan lingkungan fisik yang memberikan nilai tambah.

Beberapa proyek lain yang juga digarap oleh perusahaan arsitektur ini, meliputi Citraland Surabaya, The Pakubuwono View Jakarta, The Capital Residence Jakarta, Holiday Inn Nusa Dua Bali dan masih banyak lagi.

Airmas Asri kerap menjuarai berbagai kompetisi, seperti meraih peringkat pertama di Dukuh Atas Transportation Hub Competition yang diselenggarakan oleh PT MRT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PD Pasar Jaya dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) tahun 2019.

Perusahaan arsitektur ini juga berhasil menjuarai kompetisi desain Bandara Sukabumi, Jawa Barat pada tahun yang sama.

Untuk diketahui, Airmas Asri didirikan oleh tiga orang arsitek, salah satunya adalah Jusuf Setiadi yang saat ini menjabat sebagai Principal bersama Suryono Kurnianto, Christine Martini Santosa dan Ardi Jahya sebagai President Director.

Arkonin tercatat telah mengerjakan ribuan proyek, mencakup jutaan meter persegi ruang komersial residensial, ruang publik, ruang perkantoran, dan lain-lain.

Arkonin menjelma menjadi salah satu perusahaan desain dan rekayasa yang paling dihormati dan berpengaruh di Indonesia.

Kemudian bangunan industri, perencanaan kota baru, desain perkotaan, serta jalan dan jembatan, pasokan air, sistem pembuangan limbah dan drainase, dan rekayasa lalu lintas.

Arkonin juga dikenal sebagai pemimpin dalam solusi desain dan rekayasa kelas dunia yang terintegrasi dan inovatif untuk masa depan yang berkelanjutan.

Misi mereka adalah menciptakan pembangunan perkotaan yang lebih baik dan lingkungan yang berkelanjutan melalui keahlian, kolaborasi, dan inovasi unggul.

https://ikn.kompas.com/read/2025/03/16/213559687/arkonin-dan-airmas-asri-perancang-kompleks-dpr-mpr-ri-di-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com