Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Agar Tak Kumuh, Kawasan Sepaku IKN Akan Dipersolek

Hal ini menyusul rencana Otorita IKN yang akan menata kawasan seluas 1.172,36 kilometer persegi, atau setara 35,17 persen dari total luas Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tersebut.

Selama pembangunan IKN, khususnya Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), kondisi fisik Sepaku sangat memprihatinkan. 

Terdapat 19 batching plant atau fasilitas atau instalasi yang digunakan untuk mencampur bahan-bahan pembuat beton konstruksi.

Kendaraan berat pembawa material konstruksi, seperti truk melon adukan semen, dan lain-lain wira wiri di kawasan ini.

Akibatnya debu, kerikil, dan material-material konstruksi beterbangan dan membuat kotor, kumuh, dan jorok kawasan Sepaku di sekitarnya.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan, penataan kawasan ini menjadi prioritas agar tidak terkesan kumuh seiring dengan masifnya pembangunan di wilayah inti IKN.

"Sepaku, kawasan Sepaku itu kami tata supaya tidak menjadi kumuh. Jadi kami sudah mulai pekerjaan tendernya juga ini nanti semua akan dilaksanakan tahun 2025 pada tahap pertama," kata Basuki menjawab Kompas.com, Rabu (23/4/2025).

Langkah awal ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memastikan kawasan penyangga IKN ini juga memiliki wajah yang tertata dan representatif.

Secara administratif, Kecamatan Sepaku terdiri dari 11 desa dan 4 kelurahan, yaitu:
Desa Telemow, Binuang, Bumi Harapan, Bukit Raya, Karang Jinawi, Sukaraja, Tengin Baru, Suko Mulyo, Argo Mulyo, Semoi Dua, dan Wonosari.

Kemudian, Kelurahan Maridan, Pemaluan, Sepaku, dan Mentawir.

Kecamatan Sepaku memiliki potensi bencana alam yang relatif rendah, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta puting beliung, dengan tingkat risiko kecil hingga sedang.

Hal ini menjadikan Sepaku pilihan strategis untuk pembangunan IKN. Wilayah ini dikenal sebagai daerah endemis malaria, sehingga upaya pencegahan seperti fogging dan pemeriksaan kesehatan dilakukan, terutama saat acara resmi seperti kunjungan Presiden.

Sebagian lahan di Sepaku masih dimanfaatkan warga untuk perkebunan (karet, sawit, pisang) dan pemukiman, meskipun sebagian telah dipatok untuk kebutuhan IKN.

Selain itu, Sepaku memiliki nilai sejarah dan budaya, dengan penelitian arkeologi yang menunjukkan potensi situs bersejarah di wilayah ini.

Sepaku bisa diakses dari jalan lintas provinsi, memakan waktu sekitar satu jam dengan mobil, dengan kondisi jalan yang sulit untuk kecepatan tinggi, menimbulkan keluhan dari pengendara.

Tak hanya itu, meskipun memiliki potensi besar, Sepaku punya segudang tantangan seperti ganti rugi lahan, banjir ringan, dan akses air bersih masih perlu diatasi.

Masyarakat lokal di Sepaku masih menghadapi air payau dan keruh, sehingga harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, meskipun pemerintah menjanjikan air ledeng berkualitas tinggi di IKN.

Dengan dukungan Otorita IKN, masyarakat lokal, dan komitmen untuk menata dan menjaga keberlanjutan lingkungan, Sepaku diharapkan menjadi simbol kemajuan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

https://ikn.kompas.com/read/2025/04/24/220000487/agar-tak-kumuh-kawasan-sepaku-ikn-akan-dipersolek

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar