Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Magnet IKN Pikat 4.979 Pendatang Masuk Balikpapan

Namun, angka ini baru merupakan puncak gunung es. Sebab, menurut Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, ada 3.480 pendatang lain yang belum tercatat secara administratif, menandakan gelombang urbanisasi yang belum usai.

Apa yang membuat kota ini begitu memikat?

Tirta Dewi menjelaskan, Balikpapan memiliki daya tarik luar biasa sebagai kota transit dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kondisi ini menjadikan Balikpapan magnet bagi penduduk dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya. Dua sektor utama yang mendorong arus pendatang adalah pekerjaan dan pendidikan.

Selain itu, Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti RDMP Kilang Pertamina dan pembangunan jalan tol menuju IKN menjadi penarik utama tenaga kerja.

Sementara itu, semakin banyaknya sekolah dan perguruan tinggi di Balikpapan juga memikat pelajar dari berbagai daerah.

Menurut data Ditjen Dukcapil Kemendagri, jumlah penduduk terdaftar di Balikpapan pada Semester II 2024 mencapai 757.418 jiwa.

Namun, Tirta Dewi menegaskan bahwa angka riil kemungkinan jauh lebih tinggi.

“Masih banyak yang tinggal di Balikpapan tetapi belum memperbarui alamat KTP-nya. Realitas di lapangan bisa lebih dari itu,” katanya.

Kendati ribuan pendatang baru pada awal 2025 dianggap “normal” oleh Disdukcapil, Tirta Dewi mengatakan jumlah ini akan terus bertambah.

“Kami akan lanjutkan pendataan hingga akhir tahun untuk menangkap data pendatang yang belum teradministrasi,” ujarnya.

Menariknya, data historis menunjukkan fluktuasi arus pendatang. Pada 2023, Balikpapan kedatangan 19.334 pendatang baru, sedangkan pada 2024 jumlahnya sedikit turun menjadi 18.909 jiwa, berkurang 425 jiwa.

Penurunan ini disebabkan oleh libur panjang akhir tahun 2024 yang menggeser pelaporan ke awal 2025. Namun, mobilitas penduduk tidak menurun.

Bahkan, akumulasi tambahan penduduk pada 2024 mencapai 18.886 jiwa, naik sekitar 8.000 jiwa dibandingkan 2023 yang hanya 10.867 jiwa.

Angka ini menegaskan bahwa Balikpapan tetap menjadi destinasi utama urbanisasi di Kalimantan.

https://ikn.kompas.com/read/2025/05/02/151928387/magnet-ikn-pikat-4979-pendatang-masuk-balikpapan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar