Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tak Cuma EHang, Taksi Terbang IKN Buatan Hyundai Juga Sudah Uji Coba

Selain EHang 216-S buatan China, yang baru saja diuji coba berpenumpang bersama Raffi Ahmad, ada satu lagi taksi terbang pabrikan Hyundai Motors Company dan Korean Aerospace Research Institute (KARI) yang mengudara di angkasa Nusantara.

Taksi Hyundai Optionally Piloted Personal/Passenger Air Vehicle (OPPAV) sukses menjalani uji coba Proof of Concept (PoC) di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, pada 29 Juli 2024.

Kedua taksi terbang ini menawarkan solusi mobilitas udara cerdas, masing-masing dengan keunggulan dan tujuan spesifik untuk mendukung pariwisata dan kelak ekosistem IKN.

Sebagaimana diketahui, pada Rabu 25 Juni 2025, taksi terbang EHang 216-S sukses melakukan uji coba berpenumpang pertama di Phantom Ground Park, PIK 2, Tangerang, Banten, dengan izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Uji coba ini menandai langkah besar menuju operasional komersial, Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, menjadi penumpang pertama bersama Rudy Salim, Executive Chairman Prestige Aviation.

EHang 216-S, yang dikembangkan oleh perusahaan China, Guangzhou EHang Intelligent Technology, adalah kendaraan Autonomous Aerial Vehicle (AAV) berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dengan desain menyerupai drone raksasa, EHang menawarkan pengalaman penerbangan otonom tanpa pilot.

Uji coba ini menegaskan potensi EHang sebagai moda transportasi pariwisata di destinasi seperti Bali dan rute pendek di IKN.

Bagaimana dengan Hyundai OPPAV?

Hyundai OPPAV, telah menjalani uji coba PoC pada 29 Juli 2024 di Bandara APT Pranoto, Samarinda.

Uji coba ini, yang berlangsung selama 4 menit dengan ketinggian 50–80 meter dan kecepatan 50 km/jam, menunjukkan stabilitas tinggi dengan lintasan berbentuk angka 8.

Menurut Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi, uji coba ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem Urban Air Mobility-Advanced Air Mobility (UAM-AAM) untuk mendukung visi IKN sebagai kota nol emisi.

Hyundai OPPAV tiba di Balikpapan pada 9 Mei 2024, diimpor dalam bentuk pallet dan dirakit di Samarinda, dengan baterai dikirim terpisah pada 6 Juni 2024.

Uji coba yang tidak melibatkan penumpang, bertujuan untuk menguji kelaikan teknologi dan integrasi dengan ekosistem transportasi darat di IKN.

Otorita IKN menargetkan komersialisasi pada 2029, dengan kerja sama Hyundai, KARI, dan PT Dirgantara Indonesia untuk transfer teknologi.

https://ikn.kompas.com/read/2025/06/26/093630187/tak-cuma-ehang-taksi-terbang-ikn-buatan-hyundai-juga-sudah-uji-coba

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com