Kebanggaan ini mencuat setelah Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dengan antusias menyambut kunjungan Komisi V DPR RI pada Senin (28/7/2025) untuk meninjau progres pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sorotan utama kunjungan ini tak lain adalah Bandara VVIP IKN, yang kini diusulkan untuk menjadi bandara umum, melengkapi dua bandara besar yang sudah ada.
Bandara VVIP IKN: Gerbang Udara Multiguna
Puncak kebanggaan Kaltim terletak pada Bandara VVIP IKN. Bandara ini memiliki panjang landasan (runway) 3 km, taxiway 0,29 km, dan apron 0,47 km.
Dengan anggaran pembangunan fantastis Rp4,2 triliun, saat ini Bandara VVIP IKN sedang dalam proses usulan untuk beralih fungsi menjadi bandara umum.
Jika usulan ini disetujui, Bandara VVIP IKN tidak hanya akan melayani tamu negara dan kepentingan kenegaraan, tetapi juga akan membuka pintu bagi penerbangan komersial.
Ini artinya akan membuka aksesibilitas yang lebih luas bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.
"Bandara VVIP IKN akan menjadi gerbang udara baru yang modern dan strategis di jantung IKN," ujar Rudy, superit diwartakan Antara, Senin (28/7/2025).
Kaltim, Provinsi dengan Tiga Bandara Besar
Rudy tak bisa menyembunyikan rasa bangganya akan pencapaian ini. "Kami sangat bersyukur karena hanya Kaltim yang akan memiliki tiga bandara besar dalam satu provinsi di Indonesia," tegasnya.
Tiga bandara yang akan dimiliki Kaltim adalah:
Kehadiran tiga bandara besar ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari peningkatan konektivitas yang luar biasa, mempermudah akses investasi, pariwisata, dan mobilitas penduduk.
Kaltim jelas akan menjadi poros pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia, didukung oleh infrastruktur udara kelas dunia.
Diskusi lanjutan antara Rudy dan Komisi V DPR RI di Gedung VVIP Bandara IKN usai peninjauan semakin mengukuhkan komitmen bersama untuk mempercepat dan menyempurnakan pembangunan ibu kota negara yang baru ini.
Progres IKN Dipuji DPR
Adapun kunjungan Komisi V DPR RI di IKN ini menurut Rudy, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah terhadap pembangunan IKN.
Dia menjelaskan secara rinci kemajuan signifikan di berbagai sektor:
Jalan Tol IKN Melesat
Peninjauan dimulai dari Seksi 3A-2 Segmen Karang Joang-KKT Kariangau sepanjang 4,12 km dengan nilai kontrak Rp2,8 triliun, yang telah mencapai progres 65,51 persen.
Tak hanya itu, Seksi 3A Segmen Karang Joang-KKT Kariangau sepanjang 9,27 km dengan anggaran Rp3,5 triliun sudah hampir rampung, mencapai 99,46 persen.
"Mantap, mantap sudah pembangunannya," puji Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, terkesan dengan progres yang ada.
Fasilitas Pendukung IKN Beres
Rombongan juga meninjau pembangunan pelindung tumbukan kapal (fender) dan pelengkap Jembatan Pulau Balang (804 meter), Dermaga Logistik IKN, serta duplikasi Jembatan Pulau Balang bentang pendek (514 meter) senilai Rp907 miliar dengan progres 48,41 persen.
Pembangunan jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sepanjang 74,77 km pun telah dimulai sejak 2021.
Rusun ASN Siap Huni
Sebanyak 57 tower Rumah Susun (Rusun) ASN 1 telah dibangun, dengan 47 tower di antaranya siap menampung 540 unit hunian untuk 2.160 Aparatur Sipil Negara. Ini menunjukkan kesiapan IKN menyambut para penghuni barunya.
https://ikn.kompas.com/read/2025/07/29/093118787/kaltim-bangga-punya-3-gerbang-udara-sams-apt-pranoto-dan-vvip-ikn