Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, menjelaskan bahwa Istana Wakil Presiden, Masjid Negara, dan instalasi sistem air minum (SPAM) menjadi prioritas utama.
“Yang kami tangani ya seperti sisa-sisa pekerjaan masjid. Kemudian air minum. Kemudian Istana Wapres, itu kami selesaikan pada 2025,” tegasnya, dikutip Kompas.com, Rabu (10/9/2025).
Target penyelesaian ini sejalan dengan arahan langsung Menteri PU, Dody Hanggodo, yang meminta seluruh proyek kontrak tahun jamak (MYC) di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya rampung di akhir tahun.
Dua proyek paling disorot dalam upaya percepatan ini adalah Istana Wakil Presiden dan Masjid Negara, yang keduanya dikerjakan oleh kontraktor BUMN.
Berikut rinciannya:
1. Istana Wakil Presiden
2. Masjid Negara
Tantangan di Balik Garis Akhir
Meskipun sebagian besar proyek utama dikebut, tidak semua infrastruktur dapat diselesaikan dalam waktu bersamaan.
Dewi, menjelaskan bahwa beberapa proyek, seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), memiliki proses yang tidak dapat dihentikan sehingga baru akan rampung pada 2026.
Dengan target yang jelas dan alokasi sumber daya yang masif, Kementerian PU menunjukkan keseriusannya untuk membuat IKN berfungsi sesuai rencana.
Penyelesaian Istana Wakil Presiden dan Masjid Negara pada akhir tahun 2025 adalah langkah besar yang tidak hanya menandai kemajuan konstruksi, tetapi juga kesiapan Indonesia untuk menyongsong babak baru dalam sejarahnya.
https://ikn.kompas.com/read/2025/09/10/061905887/istana-wapres-dan-masjid-negara-ikn-ditargetkan-tuntas-akhir-2025