Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Istana Wapres dan Masjid Negara IKN Ditargetkan Tuntas Akhir 2025

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana, menjelaskan bahwa Istana Wakil Presiden, Masjid Negara, dan instalasi sistem air minum (SPAM) menjadi prioritas utama.

“Yang kami tangani ya seperti sisa-sisa pekerjaan masjid. Kemudian air minum. Kemudian Istana Wapres, itu kami selesaikan pada 2025,” tegasnya, dikutip Kompas.com, Rabu (10/9/2025).

Target penyelesaian ini sejalan dengan arahan langsung Menteri PU, Dody Hanggodo, yang meminta seluruh proyek kontrak tahun jamak (MYC) di bawah Direktorat Jenderal Cipta Karya rampung di akhir tahun.

Dua proyek paling disorot dalam upaya percepatan ini adalah Istana Wakil Presiden dan Masjid Negara, yang keduanya dikerjakan oleh kontraktor BUMN.

Berikut rinciannya:

1. Istana Wakil Presiden

  • Konsep: Mengusung arsitektur unik "Huma Betang Umai" yang kental dengan budaya lokal.
  • Skala: Proyek ini menempati lahan seluas 148.417 meter persegi dengan luas bangunan 32.061 m² dan nilai kontrak mencapai Rp 1,457 triliun.
  • Status: Ditargetkan selesai pada Desember 2025, Istana Wapres akan menjadi simbol penting dari kehadiran pusat pemerintahan di IKN.

2. Masjid Negara

  • Progres: pembangunan Masjid Negara telah mencapai lebbig dari 60 persen.
  • Skala: Dibangun di atas lahan seluas 32.125 meter persegi dengan nilai kontrak Rp 940 miliar. Masjid ini didesain modern dengan 3 lantai Lower Ground dan 2 lantai Mezzanine.
  • Fasilitas: Selain bangunan utama, kawasan masjid juga akan dilengkapi kolam retensi, plaza, hingga area komersial dan penunjang, menjadikannya salah satu ikon utama IKN.

Tantangan di Balik Garis Akhir

Meskipun sebagian besar proyek utama dikebut, tidak semua infrastruktur dapat diselesaikan dalam waktu bersamaan.

Dewi, menjelaskan bahwa beberapa proyek, seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), memiliki proses yang tidak dapat dihentikan sehingga baru akan rampung pada 2026.

Dengan target yang jelas dan alokasi sumber daya yang masif, Kementerian PU menunjukkan keseriusannya untuk membuat IKN berfungsi sesuai rencana.

Penyelesaian Istana Wakil Presiden dan Masjid Negara pada akhir tahun 2025 adalah langkah besar yang tidak hanya menandai kemajuan konstruksi, tetapi juga kesiapan Indonesia untuk menyongsong babak baru dalam sejarahnya.

https://ikn.kompas.com/read/2025/09/10/061905887/istana-wapres-dan-masjid-negara-ikn-ditargetkan-tuntas-akhir-2025

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com