Namun, batik Kalimantan, khususnya dari Balikpapan, IKN, dan Penajam Paser Utara, menghadapi tantangan unik.
Meskipun kualitasnya tak diragukan, motifnya yang masih terpaku pada pakem tradisional seperti burung enggang atau cumi-cumi membuatnya sulit bersaing dengan popularitas batik Jawa.
Untuk mengubah situasi ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengambil langkah strategis.
Mereka tidak hanya akan mendorong, tetapi secara langsung memfasilitasi perjalanan para perajin batik lokal ke sentra batik modern di Solo, Jawa Tengah.
Tujuannya jelas: mendobrak stigma, menggenjot kreativitas, dan mengorbitkan batik Kalimantan ke panggung nasional.
Misi Mengubah Pola Pikir dan Mengadopsi Teknologi
Menurut Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, selama ini batik Kalimantan sering kali disalahpahami.
"Ketika orang pegang batiknya, pertanyaan pertama adalah 'Ini batik Solo atau Jogja?' Padahal itu produk kita," ungkapnya menjawab Kompas.com.
Ini menjadi masalah utama, di mana produk lokal kehilangan identitasnya di pasar.
Untuk itu, BI Balikpapan akan memberangkatkan 12 perajin dan pengusaha batik UMKM ke Solo, akhir tahun ini.
Di sana, mereka akan mendapatkan pelatihan komprehensif yang fokus pada tiga aspek, yakni:
Narasi dan Digitalisasi sebagai Senjata Baru
Robi menekankan pentingnya "storytelling" di balik setiap lembar kain batik.
Sama seperti batik Solo yang kini dikemas dengan narasi detail, batik Balikpapan juga harus memiliki cerita kuat yang membuat pembeli merasa memiliki koneksi emosional dengan produk.
Hal ini akan diperkuat dengan pengemasan premium yang juga mencantumkan cara perawatan.
Selain itu, digitalisasi melalui platform seperti TikTok dianggap kunci untuk menjangkau pasar anak muda yang lebih luas.
Dengan mengombinasikan narasi kuat dan promosi digital, batik Kalimantan diharapkan bisa bersaing di era modern.
Menuju KKI Nasional 2026
Kesungguhan BI Balikpapan tak main-main. Mereka menargetkan karya-karya batik inovatif dari Balikpapan bisa tampil di pameran bergengsi Karya Kreatif Indonesia (KKI) Nasional tahun 2026.
"Ini adalah langkah strategis untuk menempatkan batik Balikpapan sebagai produk premium yang memiliki nilai seni, filosofi, dan daya saing global," tuntas Robi.
Upaya ini disambut baik oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kota Balikpapan Heruressandy Setia Kesuma.
Ia berharap, pembinaan ini akan membantu 15 UMKM perajin batik yang sudah dibina oleh Dekranasda Balikpapan untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomis, dan mendapatkan inspirasi baru.
Dengan dukungan penuh dari BI dan pemerintah daerah, batik Kalimantan bersiap lepas landas. Momen ini bukan hanya tentang perjalanan 12 perajin ke Solo, tetapi tentang transformasi besar-besaran yang akan membawa batik lokal menuju panggung nasional dan global.
https://ikn.kompas.com/read/2025/09/11/151216887/bi-balikpapan-siap-terbangkan-pembatik-lokal-menuju-panggung-kki-2026