Amanat Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 2 Oktober 2025, di atas KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang menekankan "Jangan pernah mengkhianati bangsa dan negara", menjadi titik tolak bagi pergeseran orientasi prajurit.
Pesan moral yang disampaikan usai pemberian tanda kehormatan, tersebut bukan hanya seruan etika.
Ia adalah peta jalan strategis yang menuntut loyalitas tak terbagi diterjemahkan menjadi pengabdian nyata kepada rakyat.
Tiga Pilar Aksi Nyata Kodam Mulawarman
Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, mengambil inisiatif untuk menerjemahkan amanat Presiden menjadi panduan operasional di wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa pesan tersebut adalah pangkal dari orientasi moral dan profesionalisme prajurit, yang ia jabarkan dalam tiga pilar konkret.
Pilar utama dan pertama adalah menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan prajurit.
"Kehormatan TNI, harus ditegakkan di tengah masyarakat agar kepercayaan publik (trust) tetap menjadi modal sosial utama," ujar Pangdam kepada Kompas.com, Sabtu (4/10/2025).
Pilar kedua adalah profesionalisme yang diukur dari kesiapan tempur. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan latihan bersama (interoperabilitas) antar satuan (Yonif, Arhanud, Marinir) dan dukungan intelijen.
Tujuannya adalah memastikan respons cepat terhadap potensi ancaman di perbatasan dan wilayah laut, menunjukkan kapabilitas pertahanan yang prima.
Pilar ketiga, hadir nyata dan bhakti masyarakat. Pilar ini menuntut prajurit untuk turun langsung ke desa.
"Keterlibatan aktif dalam penanganan bencana, pelayanan kesehatan, dan pembinaan masyarakat menjadi wujud konkret dari pengabdian kepada rakyat, mengubah citra militer menjadi figur yang peduli," imbuh Mayjen Rudy.
Visi Transformasi Ganda
Dalam menyongsong HUT ke-80 TNI, Mayjen Rudy menekankan bahwa TNI kini mengemban peran ganda yang bertransformasi, terutama di tengah dinamika pembangunan nasional, khususnya di Kalimantan yang menjadi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Prajurit TNI di wilayah Kodam Mulawarman tidak hanya bertugas sebagai perisai keamanan teritorial.
Pangdam Rudy menegaskan, TNI adalah penjaga IKN dan sekaligus pengawal pembangunan. Peran ini meluas dari menjaga kedaulatan negara hingga mengamankan proses pembangunan yang ambisius.
Transformasi yang paling menonjol adalah pergeseran fokus dari hanya proyek pertahanan skala besar ke pembangunan infrastruktur mikro.
Prajurit di wilayah Kodam VI Mulawarman kini dituntut untuk mendampingi pembangunan jalan desa dan irigasi kecil, secara langsung mendukung program pemerintah daerah seperti penanganan stunting, pendidikan, dan kesehatan.
Mayjen Rudy bahkan merencanakan instruksi spesifik kepada komandan satuan untuk menyusun "Program Bakti Rakyat yang Nyata" secara terjadwal di tiap kecamatan sepanjang tahun 2026.
Program ini adalah manifestasi dari konsep militer yang berdaya guna, peduli, dan dipercaya masyarakat.
Secara esensi, amanat Presiden Prabowo yang diterjemahkan oleh Pangdam Mulawarman menandai sebuah babak baru: TNI tidak hanya dituntut memiliki kemampuan tempur tinggi dan integritas moral tak tergoyahkan, tetapi juga keterlibatan sosial yang mendalam.
Loyalitas sejati prajurit kini dimaknai sebagai kesediaan menjadi perisai pertahanan sekaligus menjadi mitra pembangunan yang aktif dan humanis di tengah-tengah rakyat.
https://ikn.kompas.com/read/2025/10/05/050000387/peran-ganda-kodam-mulawarman-perisai-tempur-dan-mitra-pembangunan