Manager of Investor Relations at PT Pakuwon Jati Tbk Maria Theresia menegaskan hal itu kepada Kompas.com, Kamis (16/10/2025).
"Kami tetap memegang komitmen untuk membangun superblok di IKN. Saat ini kami masih mematangkan desain. Karena merancang superblok butuh desain yang bagus. Tidak bisa sekali jadi," ujar Maria.
Pernyataan ini bukan janji kosong, melainkan cerminan dari pengalaman 43 tahun Pakuwon mewarnai bisnis dan industri properti Nasional dalam menciptakan landmark properti yang memadukan hunian, komersial, dan rekreasi, seperti Pakuwon Surabaya atau pun Tunjungan Superblock.
Hal senada dikatakan Presiden Director PT Pakuwon Jati Tbk Alexander Stefanus Ridwan, desain Pakuwon Nusantara Superblock melibatkan sejumlah nama besar.
"Kami tidak bisa mengandalkan hanya satu desainer atau arsitek, baik internal maupun eksternal. Nama-nama besar juga kami libatkan untuk menghasilkan desain bagus, bikin penghuninya nyaman, dan berkelanjutan," papar Stefanus.
Dari Surabaya Untuk Nusantara
Pakuwon bukanlah pendatang baru di dunia properti Indonesia. Sejak berdiri pada 1982, perusahaan ini telah menjadi pelopor konsep superblok terintegrasi, menggabungkan mal, hotel, apartemen, dan kantor dalam satu kawasan.
Di Surabaya, markas besarnya, Pakuwon telah membangun kerajaan properti yang ikonik. Sebut saja Pakuwon City, superblok seluas 600 hektar di pesisir timur Surabaya yang mencakup ribuan unit hunian, ritel, dan hiburan.
Pada Oktober 2024, mereka meresmikan Pakuwon City Mall 3 dengan luas 20.500 meter persegi, menambah total area mal menjadi 50.000 meter persegi dan okupansi di atas 90 persen, bukti daya tariknya bagi konsumen lokal dan wisatawan.
Tak berhenti di situ, Pakuwon terus ekspansi. Pada September 2024, mereka tandatangani kesepakatan dengan Marriott International untuk lima hotel baru di seluruh Indonesia, termasuk Aloft Surabaya Pakuwon City yang baru saja diluncurkan.
Hasilnya? Pendapatan Semester I-2025 mencapai Rp 3,4 triliun, naik 3,4 persen year-on-year, dengan pendapatan berulang melonjak 10 persen.
Tak mengherankan jika hingga akhir 2025 ini mereka menargetkan Rp 7 triliun, didukung capex Rp 2,5 triliun.
Bergeser ke IKN, komitmen Pakuwon telah ditegaskan. Pada April 2025, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengonfirmasi bahwa investasi pengembang dengan kapitalisasi pasar Rp 16,86 triliun ini siap dieksekusi dalam waktu dekat.
7 Hektar
Pakuwon Nusantara Superblock menempati lahan 7,2 hektar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sebagai bagian dari tahap 2 pembangunan IKN senilai Rp 13,1 triliun.
Pakuwon Nusantara Superblock dirancang oleh arsitek terkemuka, dengan konsep modern yang harmonis dengan lingkungan, menggabungkan elemen tropis Nusantara seperti green space luas dan infrastruktur berkelanjutan.
Pakuwon Nusantara Superblock mencakup Pakuwon Mall Nusantara dengan luas area yang dapat disewakan atau nett leasable area (NLA) mencapai 55.733 meter persegi.
Kemudian, dua menara kondominium yang berisi total 162 unit hunian premium.
Selanjutnya hotel bintang empat Four Points by Sheraton dengan 295 kamar, Tribute Portfolio by Marriott dan hotel Bintang lima Westin dengan total 234 kamar, menambah pilihan akomodasi berkualitas di IKN.
Berikutnya 108 unit apartemen servis akan melengkapi pilihan hunian di Pakuwon Nusantara Superblock.
Total investasi yang diproyeksikan menembus angka Rp 5 triliun ini bukan asal bangun, karena desainnya sedang diracik dengan teliti.
"Merancang superblok butuh desain yang bagus. Tidak bisa sekali jadi," tuntasnya, menekankan secara berulang pematangan desain bertujuan untuk memastikan fungsionalitas, estetika, dan adaptasi dengan iklim Kalimantan.
https://ikn.kompas.com/read/2025/10/16/225602787/raja-properti-surabaya-tetap-komitmen-bangun-superblock-jumbo-di-ikn