PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali mendapatkan kepercayaan dengan memenangkan proyek Pembangunan Jalan Kompleks Yudikatif dan Kawasan Pendukung Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), dengan nilai kontrak Rp 1,91 triliun.
Proyek ini adalah bagian integral dari upaya Otorita IKN untuk menyelesaikan Trias Politica Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif di KIPP, serta memastikan pusat pemerintahan Indonesia siap beroperasi sebagai kota modern dan berkelanjutan.
WIKA akan membangun jalan dan infrastruktur bawah tanah Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang 6,418 kilometer.
Apa Itu MUT?
MUT adalah terowongan pintar di bawah tanah yang menampung seluruh utilitas kota mulai dari kabel listrik, kabel komunikasi, pipa air, dll.
Kehadiran MUT ini sangat krusial karena menjamin tidak ada lagi kabel semrawut di permukaan, mendukung visi IKN sebagai smart forest city.
Selain itu juga mempermudah perawatan, mencegah kerusakan utilitas, dan meningkatkan keamanan publik.
Pekerjaan WIKA pada proyek ini sangat komprehensif, mencakup pekerjaan tanah, perkerasan jalan, jembatan pelengkung sebagai elemen estetika, jalur pedestrian dan pesepeda untuk mendukung mobilitas hijau, serta instalasi mekanikal dan elektrikal MUT.
Building Information Modeling
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menegaskan komitmen WIKA dalam proyek ini adalah menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan semangat transformasi IKN.
"Sebagai mitra pemerintah, WIKA terus berinovasi menghadirkan infrastruktur yang kokoh, berkelanjutan, dan selaras dengan semangat transformasi IKN menuju kota masa depan," ujar Agung, dikutip Kompas.com, Kamis (6/11/2025).
WIKA berkomitmen memastikan efisiensi dan kualitas konstruksi melalui penggunaan Building Information Modeling (BIM) memastikan desain yang presisi, efisiensi konstruksi, dan pengawasan proyek secara real-time.
BIM sangat penting untuk proyek kompleks seperti MUT yang memerlukan koordinasi ruang bawah tanah yang rumit.
Implementasi program transformasi WIKA juga dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan kerja (K3), dan kualitas hasil pembangunan.
Proyek ini resmi dimulai pada 31 Oktober 2025 dan direncanakan rampung dalam 793 hari kalender.
https://ikn.kompas.com/read/2025/11/06/193324687/wika-bangun-jalan-dan-terowongan-pintar-markas-yudikatif-di-ikn