Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

2.400 Personel Gabungan Kawal Peresmian RDMP Balikpapan oleh Presiden

Sebanyak 2.400 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dikerahkan secara masif untuk mengamankan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Agenda utama orang nomor satu di Indonesia ini adalah meresmikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, mega proyek strategis nasional (PSN) yang menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional.

Pengetatan Pengamanan Lapis Tiga

Kesiapan pengamanan ini diformalkan melalui Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP yang dipimpin langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul.

Dalam arahannya, Danrem menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan skema berlapis guna menjamin keamanan absolut (zero tolerance) bagi kepala negara.

Seluruh kekuatan disiagakan dalam beberapa lapis pengamanan, mulai dari ring 1, ring 2 hingga ring 3.

"Cakupannya meliputi jalur kedatangan Presiden dari Bandara VVIP SAMS Sepinggan, lokasi peresmian di Jalan Yos Sudarso, hingga objek vital dan kawasan penyangga di sekitar kota," jelas Brigjen TNI Anggara, dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Pengamanan lapis tiga ini dirancang untuk:

  • Ring 1: Pengamanan melekat pada Presiden (Paspampres).
  • Ring 2: Pengamanan area utama kegiatan di kawasan RDMP.
  • Ring 3: Pengaturan lalu lintas, pemantauan kawasan penyangga, dan pengendalian kerumunan massa oleh personel gabungan TNI-Polri.
  • RDMP: Objek Vital dengan Kerawanan Tinggi

Agenda peresmian RDMP Balikpapan bukan sekadar seremonial administratif. Sebagai proyek dengan investasi mencapai Rp 132 triliun, RDMP merupakan objek vital nasional yang memiliki sensitivitas tinggi.

Kunjungan Presiden ke lokasi ini memerlukan antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan, mulai dari pengaturan mobilitas masyarakat hingga sterilisasi area industri kilang.

Brigjen TNI Anggara Sitompul mengingatkan seluruh personel agar tidak terjebak dalam rutinitas.

"Pengamanan VVIP memang sudah sering kita laksanakan, namun jangan sampai rutinitas menurunkan kewaspadaan. Setiap personel harus memahami secara detail tugas dan prosedur tetap (protap) yang telah ditetapkan," tegasnya.

Sinergi Lintas Instansi 

Keberhasilan pengamanan kunjungan kerja RI 1 ini sangat bergantung pada efektivitas komunikasi antarinstansi.

Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, menambahkan bahwa soliditas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah Balikpapan adalah kunci utama.

Kesiapan sarana dan prasarana pendukung, seperti unit medis, pemadam kebakaran, hingga satuan penjinak bom (Jihandak), juga telah dipastikan dalam kondisi prima.

Koordinasi ini bertujuan untuk menciptakan pola tindak yang seragam sehingga situasi keamanan di Balikpapan tetap kondusif selama Presiden berada di Kalimantan Timur.

Berdasarkan jadwal, Presiden Prabowo Subianto akan mendarat di Bandara VVIP Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan pada selepas siang hari.

Dari bandara, rombongan kepresidenan akan langsung menuju Jalan Yos Sudarso, pusat lokasi megaproyek RDMP, untuk melaksanakan peresmian secara simbolis.

https://ikn.kompas.com/read/2026/01/12/121309187/2400-personel-gabungan-kawal-peresmian-rdmp-balikpapan-oleh-presiden

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com