Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kunjungi IKN, Wamendagri Bima Arya Minum Air Langsung dari Keran

Dalam sebuah momentum krusial yang mendampingi kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada 12-13 Januari 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membagikan pengalaman impresifnya saat mengeksplorasi kemajuan signifikan di jantung Kalimantan Timur tersebut.

Melalui narasi visual yang deskriptif, kunjungan ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana standar hidup berkualitas akan diterapkan bagi para abdi negara dan masyarakat di masa depan.

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian dalam kunjungan tersebut adalah ketika Bima Arya, didampingi Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, melakukan aksi simbolis minum air langsung dari keran.

"Ini bisa langsung diminum? Ayo kita buktikan. Mmmm, rasanya kayak air putih," ujar Bima Arya seraya tersenyum. 

Fenomena ini merupakan pembuktian atas kesiapan infrastruktur potable water yang mengadopsi standar internasional.

Di IKN, air keran bukan lagi sekadar air sanitasi, melainkan sumber air yang siap konsumsi secara higienis.

Inovasi ini merefleksikan efisiensi dan kemandirian teknologi pengolahan air bersih yang selama ini hanya bisa dinikmati di kota-kota maju dunia.

Bagi Bima Arya, pengalaman ini menegaskan bahwa IKN benar-benar dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup para penghuninya melalui pemenuhan kebutuhan dasar dengan cara yang paling canggih.

Menanam Kehidupan di Sumbu Kebangsaan

Perjalanan Bima Arya berlanjut ke aktivitas yang lebih filosofis. Bersama Basuki, ia melakukan penanaman Pohon Nyamplung (calophyllum inophyllum) di kawasan penghijauan IKN.

Langkah ini selaras dengan visi IKN sebagai smart forest city, di mana pembangunan infrastruktur tidak boleh menegasi kelestarian alam.

Pohon Nyamplung, yang dikenal karena ketangguhannya dan manfaat ekologisnya, menjadi simbol dari pertumbuhan IKN yang kokoh namun tetap bersahabat dengan lingkungan endemik Kalimantan.

Aktivitas ini memperlihatkan sisi humanis dari pembangunan megah Nusantara, di mana setiap pilar beton diseimbangkan dengan satu akar kehidupan.

Rusun ASN: Hunian Canggih di Kota Masa Depan

Titik krusial lain dalam tinjauan Wamendagri adalah eksplorasi Rumah Susun (Rusun) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bima Arya menggambarkan hunian ini sebagai fasilitas yang sudah siap huni dan sangat canggih.

Bukan sekadar gedung bertingkat, rusun ini telah dilengkapi dengan sistem smart home, efisiensi energi, dan desain interior yang ergonomis.

"Bak tinggal di kota masa depan," adalah kesan kuat yang muncul saat meninjau unit-unit rusun tersebut.

Fasilitas ini disiapkan untuk memastikan para pionir pegawai pemerintah dapat bekerja dengan produktivitas tinggi karena didukung oleh lingkungan tinggal yang sangat nyaman dan terintegrasi dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya di KIPP.

Kunjungan Bima Arya yang dilakukan dalam rangkaian agenda Presiden Prabowo Subianto di IKN kemarin dan hari ini, menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah pembangunan nasional.

Kunjungan intensif ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan kawasan tersebut berjalan sesuai rencana, tepat waktu, dan berkelanjutan.

https://ikn.kompas.com/read/2026/01/13/191130587/kunjungi-ikn-wamendagri-bima-arya-minum-air-langsung-dari-keran

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar