Sosok Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, kembali menjadi sorotan.
Fenomena ini bukan sekadar dipicu oleh tanggung jawab masif yang diembannya, melainkan keberadaan sebuah gawai ikonik yang setia menemaninya: ponsel Nokia lawas yang merepresentasikan era 1995-an.
Realitas unik ini terkonfirmasi dalam pertemuan strategis antara Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dengan Basuki di kantor Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada Kamis sore (15/01/2026).
Pertemuan yang diunggah melalui reels instagram resmi Basuki, tersebut menjadi panggung di mana teknologi analog dan visi masa depan bersinggungan secara harmonis.
Purifikasi Fokus di Tengah Disrupsi
Penggunaan perangkat komunikasi analog oleh tokoh sentral di balik pembangunan smart city sekelas IKN ini mengandung pernyataan filosofis.
Preferensi Basuki untuk tetap menggunakan gawai yang terisolasi dari fitur media sosial dan aplikasi modern mencerminkan sebuah upaya purifikasi fokus.
Di tengah kompleksitas megaproyek IKN, teknologi sederhana ini berfungsi sebagai filter terhadap kebisingan informasi.
Ponsel tanpa fitur aplikasi media sosial tersebut seolah menjadi jangkar yang mengingatkan bahwa esensi kepemimpinan bukan terletak pada kemasan teknologi, melainkan pada ketajaman eksekusi dan kejernihan komunikasi fungsional.
Adapun agenda pertemuan antara keduanya merupakan langkah krusial untuk melaporkan perkembangan terkini pembangunan IKN sekaligus menindaklanjuti arahan strategis Presiden Prabowo Subianto.
Basuki memaparkan progres terkini serta mensinkronisasikan sejumlah instruksi Presiden yang diberikan saat kunjungan kerja ke IKN pada 12-13 Januari 2026.
Strategi Akselerasi
Sebelumnya, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke IKN telah menghasilkan sejumlah catatan fundamental terkait akselerasi pembangunan serta kesiapan infrastruktur utama.
Konsultasi antara Basuki dan Seskab Teddy bertujuan untuk mereduksi kesenjangan antara visi kebijakan dan rencana kerja operasional pada Otorita IKN.
Kehadiran perangkat "jadul" dalam setiap rapat tingkat tinggi kini telah bertransformasi menjadi artefak integritas.
Perangkat ini menjadi representasi fisik dari etos kerja akseleratif yang melekat pada personalitas Basuki, sebuah perpaduan antara kecepatan, efisiensi, dan imunitas terhadap distraksi digital.
Meskipun memimpin proyek bernilai ratusan triliun rupiah yang mengadopsi teknologi konstruksi terkini, Basuki tetap menunjukkan sisi teknokrat yang membumi.
Sebagaimana dikatakan Seskab Teddy, "Yang saya suka dari beliau, beliau paling konsisten. Handphone-nya dari dulu sama. Panggilannya tetap sama".
https://ikn.kompas.com/read/2026/01/15/234308987/seskab-teddy-puji-basuki-yang-konsisten-gunakan-hp-nokia-lawas