Namun, sebuah fakta menarik baru saja terkuak: di balik ratusan komitmen tersebut, baru ada satu investor asing yang secara resmi "pecah telur" melakukan investasi langsung.
Hal ini tecermin dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Otorita IKN yang digelar pada Jumat (23/1/2026).
Siapakah entitas tunggal yang berani mengambil langkah pionir ini?
Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Royi Santoso, memberikan konfirmasi eksklusif mengenai status investasi asing di IKN.
Ia menegaskan bahwa Ayedh Dejem Group, perusahaan asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) merupakan investor asing pertama yang menanamkan modalnya secara langsung (direct investment).
"Betul, investor asing pertama yang investasi langsung di IKN," tegas Sudiro kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026).
Ia juga memberikan klarifikasi penting mengenai keterlibatan perusahaan luar negeri lainnya, seperti Sembawang Corp (Sembcorp) asal Singapura.
"Sementara Sembcorp asal Singapura yang membangun PLTS 50 MW itu mereka konsorsium dengan PLN. Bukan FDI langsung," jelas Sudiro.
Profil Ayedh Dejem Group
Ayedh Dejem Group bukan pemain baru di panggung global. Perusahaan ini memiliki rekam jejak panjang di Timur Tengah, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan properti komersial skala besar.
Di IKN, grup ini berkomitmen mengalokasikan investasi senilai Rp 4,1 triliun.
Proyek yang akan dikembangkan mencakup area komersial terpadu (mixed-use development) yang terdiri dari pusat perbelanjaan modern, perkantoran, hingga ruang publik yang mengadopsi konsep smart city.
Keputusan Ayedh Dejem untuk berinvestasi secara mandiri memberikan sinyal kuat bahwa selera risiko (risk appetite) investor global terhadap IKN mulai bergeser ke arah yang lebih optimistis dan konkret.
Pendanaan IKN hingga 2025
Kehadiran Ayedh Dejem sebagai investor tunggal asing memang monumental, namun ia berdiri di atas fondasi pendanaan yang sudah mulai kokoh dari sektor lain.
Berdasarkan data hingga akhir 2025, berikut adalah potret besar realisasi pendanaan IKN:
Sektor Domestik (PMDN) masih menjadi tulang punggung utama. Investasi langsung dari dalam negeri telah menyentuh angka Rp 65,3 triliun, mencakup berbagai sektor mulai dari perbankan, kesehatan (RS Hermina, RS Mayapada), hingga pusat perbelanjaan dan hotel (Swissotel Nusantara).
Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dialokasikan sekitar Rp 90 triliun untuk membangun infrastruktur dasar, gedung pemerintahan, dan sumbu kebangsaan.
Sedangkan Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek perumahan ASN dan infrastruktur air minum telah menarik minat senilai Rp 158,73 triliun.
Adapun Letter of Intent (LoI) secara total telah mencapai lebih dari 495 LoI yang masuk ke meja Otorita IKN.
Meski baru Ayedh Dejem yang terealisasi secara langsung, angka ini menunjukkan antrean panjang calon investor yang tengah melakukan studi kelayakan.
https://ikn.kompas.com/read/2026/01/26/233502187/ternyata-investor-asing-yang-resmi-masuk-ikn-baru-satu-siapa-dia