Aksi nyata pembersihan sampah digelar di Kawasan Wisata Mangrove Somber, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pada Jumat (06/02/2026), personel gabungan dari Penerangan Kodam (Pendam) VI/Mulawarman bersama Komando Rumah (Korum) Yonzipur 17/AD terjun langsung melaksanakan aksi gotong royong pembersihan sampah residu.
Langkah ini merupakan respons taktis atas instruksi pimpinan nasional mengenai pentingnya tata kelola sampah di lokasi publik.
Sampah 312 Kilogram
Mangrove bukan hanya benteng alami pesisir, tetapi juga daya tarik wisata edukasi di Kalimantan Timur.
Namun, ancaman sampah plastik dan residu rumah tangga seringkali tersangkut di akar-akar mangrove, merusak pemandangan sekaligus mengancam kelestarian ekosistem.
Dalam aksi kolaboratif yang melibatkan 120 personel gabungan, TNI berhasil mengangkat setidaknya 312 kilogram sampah.
Kapendam VI/Mlw, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, mengungkapkan, volume tersebut didominasi oleh limbah plastik dan kayu yang terbawa arus laut maupun kiriman dari hulu yang tersangkut di kawasan pasang surut Somber.
"Sinergi personel Pendam dan Korum Yonzipur 17/AD ini adalah bentuk respons cepat atas arahan Presiden RI serta penekanan Pangdam VI/Mlw. Kami ingin memastikan kawasan wisata tetap terjaga kebersihannya sehingga memberi kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan," tegas Gatot menjawab Kompas.com, Selasa (10/2/20260.
Dari Balikpapan Menuju Gerakan Masif Kewilayahan
Aksi di Mangrove Somber hanyalah sebuah permulaan. Kodam VI/Mulawarman telah memetakan rencana keberlanjutan untuk mereplikasi aksi serupa di seluruh wilayah kewenangan mereka.
Pangdam VI/Mulawarman dipastikan akan meneruskan instruksi kepada seluruh satuan jajaran untuk aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur Forkopimda.
Respons cepat tidak hanya datang dari Pendam dan Yonzipur 17/AD, satuan lain seperti Deninteldam juga mulai menunjukkan pergerakan serupa.
Targetnya menjadikan budaya bersih sebagai gerakan yang masif dan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni sesaat.
Lebih jauh, Pangdam VI/Mulawarman juga tengah menyiapkan program penghijauan strategis di sejumlah titik rawan.
Selain untuk menjaga keseimbangan alam, langkah ini diproyeksikan sebagai mitigasi bencana jangka panjang bagi wilayah-wilayah di bawah naungan Kodam VI/Mlw.
Edukasi dan Mitigasi: Peran Babinsa di Garis Depan
Menyadari bahwa pembersihan fisik tidak akan pernah cukup tanpa perubahan perilaku, TNI AD mengedepankan langkah preventif melalui fungsi komando kewilayahan.
Peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) menjadi krusial sebagai ujung tombak edukasi kepada warga binaan.
Sampah yang tidak terkelola dengan baik dipahami bukan hanya sebagai masalah estetika, melainkan pemicu bencana seperti pendangkalan saluran air dan banjir yang kerap menghantui wilayah perkotaan.
Sesuai dengan tugas pokok TNI AD dalam membantu pemerintah daerah, pendekatan preventif dilakukan melalui:
https://ikn.kompas.com/read/2026/02/11/011228487/kodam-vi-mulawarman-bersihkan-312-kg-sampah-di-mangrove-somber