Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Menteri Agama Dijadwalkan Isi Tausiyah Tarawih di Masjid Negara IKN

Untuk pertama kalinya, Masjid Negara IKN akan menjadi episentrum kegiatan ibadah bulan suci Ramadan pada tahun 1447 Hijriah ini.

Tak tanggung-tanggung, Menteri Agama RI dijadwalkan hadir langsung untuk mengisi tausiyah pada malam kedua salat Tarawih di masjid yang menjadi ikon baru IKN tersebut.

Kepastian ini disampaikan oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag), R. Muhammad Syafi’i, saat melakukan kunjungan kerja langsung ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN pada Kamis (12/02/2026).

Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa sarana ibadah dan infrastruktur pendukung telah siap fungsional menyambut ribuan jemaah dari kalangan ASN, pekerja konstruksi, hingga masyarakat sekitar.

“Menteri Agama berencana mengisi tausiyah tarawih pada hari kedua Ramadan di Masjid Negara IKN. Ini adalah bagian dari upaya kita memperkuat syiar sekaligus merajut kebersamaan umat di jantung ibu kota baru,” ujar Wamenag.

Kesiapan Fungsional dan Fasilitas Pendukung

Masjid Negara IKN saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa secara struktur dan fungsi utama, masjid sudah siap digunakan.

“Secara fungsional Masjid Negara IKN sudah bisa digunakan untuk ibadah. Fokus kami sekarang adalah memastikan kelengkapan fasilitas interior dan kenyamanan di dalamnya agar pelaksanaan ibadah selama satu bulan penuh nanti berjalan lancar,” tutur Bimo.

Selain kegiatan salat fardu dan tarawih, Otorita IKN juga tengah merancang ekosistem Ramadan yang hangat.

Berbagai kegiatan seperti bazar kuliner Ramadan, safari Ramadan, hingga pengajian rutin akan digelar untuk menghidupkan suasana Nusantara di sela-sela pembangunan fisik yang terus berjalan.

Simbol Keberagaman di Plaza Bhinneka Tunggal Ika

IKN tidak hanya bersiap menyambut umat Muslim. Dalam kunjungan yang sama, Wamenag meninjau progres pembangunan Gereja Katolik Santo Fransiskus Xaverius yang diproyeksikan menjadi Basilika pertama di IKN.

Saat ini, pembangunan gereja tersebut telah memasuki tahap finishing interior.

Wamenag menekankan bahwa pembangunan rumah ibadah di IKN dilakukan secara inklusif.

“Fasilitas ibadah bagi umat Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu juga direncanakan akan dibangun pada tahap pengembangan berikutnya. IKN adalah miniatur Indonesia di mana toleransi adalah napas utamanya,” kata Wamenag.

Kunjungan kerja ini ditutup dengan aksi simbolis penanaman pohon di kawasan Plaza Bhinneka Tunggal Ika.

https://ikn.kompas.com/read/2026/02/12/192625287/menteri-agama-dijadwalkan-isi-tausiyah-tarawih-di-masjid-negara-ikn

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar