Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hilal Tak Tampak di Langit IKN, Debut Bersejarah Jadi Lokasi Pemantauan

Meski hasil observasi menunjukkan hilal belum menampakkan diri di cakrawala, momentum ini menandai babak baru bagi IKN: sebuah transisi dari sekadar pusat administrasi menuju ruang publik yang merangkul tradisi keagamaan nasional.

Pemilihan IKN sebagai satu dari 96 titik pengamatan nasional tidaklah sembarang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Kalimantan Timur mengidentifikasi kawasan Rusun ASN 1 memiliki elevasi yang cukup tinggi dengan sudut pandang terbuka ke arah ufuk barat, dua syarat teknis mutlak bagi akurasi rukyat.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kehadiran IKN dalam peta pemantauan hilal tahun ini adalah sebuah kehormatan yang bersifat transformatif.

“Kami sangat mendukung pemantauan hilal dilakukan di sini. Ini bukan sekadar tugas teknis, melainkan kesempatan bagi IKN untuk mulai memainkan perannya sebagai Ibu Kota Negara dalam kegiatan keagamaan tingkat nasional,” ujar Basuki, Selasa (17/2/2026) sore.

Hilal di Bawah Ufuk

Secara teknis, pemantauan di lapangan menghadapi tantangan astronomis yang nyata. Berdasarkan perhitungan sains, posisi bulan pada petang tersebut memang belum memenuhi kriteria visibilitas.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, memberikan klarifikasi langsung dari lokasi pengamatan.

“Berdasarkan data BMKG, posisi hilal hari ini masih berada di bawah ufuk. Secara ilmiah dan kasat mata, bulan belum terlihat di wilayah ini,” jelasnya.

Ketidaktampakan hilal di IKN ini senada dengan laporan dari berbagai titik lain di Indonesia, yang kemudian menjadi dasar bagi Sidang Isbat untuk menentukan jatuh tempo dimulainya ibadah puasa Ramadan.

Bangunan monumental yang tengah dikerjakan ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai laboratorium astronomi Islam (falakiyah) yang canggih.

Kehadiran infrastruktur religi yang mumpuni di IKN diharapkan mampu memperkuat peran Nusantara dalam menengahi dinamika keagamaan di Indonesia, sekaligus memberikan fasilitas terbaik bagi para perukyat di masa mendatang.

https://ikn.kompas.com/read/2026/02/17/230952687/hilal-tak-tampak-di-langit-ikn-debut-bersejarah-jadi-lokasi-pemantauan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com