Korps birokrasi yang berpindah ke wilayah Kalimantan Timur ini akan menempati unit Rumah Susun (Rusun) yang dirancang melampaui sekadar tempat tinggal.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Otorita IKN mengintegrasikan teknologi smart home, termasuk sistem smart metering sebagai pilar utama efisiensi energi di pusat pemerintahan baru.
Langkah ini menjadi perwujudan visi smart city yang bukan merupakan slogan kosong.
Otorita IKN mengonfirmasi, setiap unit Rusun ASN dibekali perangkat digital terintegrasi yang memungkinkan penghuni mengontrol penggunaan sumber daya secara real-time.
Kehadiran teknologi ini bertujuan memangkas pemborosan energi sekaligus memudahkan pengelolaan fasilitas bangunan secara otomatis.
Menurutnya, sistem ini merupakan komponen vital untuk memantau konsumsi air dan listrik tanpa perlu pengecekan manual.
Penggunaan sensor canggih memastikan data yang dihasilkan akurat dan transparan bagi penghuni maupun pengelola gedung.
"Sistem smart metering memungkinkan pemantauan konsumsi energi secara presisi. Data ini terhubung langsung ke pusat kendali, sehingga potensi kebocoran atau penggunaan yang tidak wajar dapat terdeteksi sejak dini," ujar Agung, dikutip Kompas.com, Kamis (19/2/2026).
Inovasi ini selaras dengan prinsip pembangunan IKN yang mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan lingkungan.
ASN tidak perlu lagi khawatir soal keamanan fisik unit karena sistem keamanan berlapis telah terpasang secara standar di setiap menara.
Luas unit rusun mencapai 98 meter persegi, angka yang cukup luas untuk standar hunian vertikal pegawai pemerintah.
Ruang tamunya luas dan terhubung dengan balkon. Ruang makan tanpa sekat alias terbuka yang menyatu dengan dapur.
Masing-masing unit berisi tiga kamar dengan rincian satu kamar utama dengan kamar mandi dalam, dua kamar anak dan pendukung.
Kamar mandi mencakup dua unit dengan perlengkapan sanitasi modern. Plus ruang cuci/service yang merupakan area khusus untuk utilitas rumah tangga.
Struktur bangunan menggunakan teknologi precast dan sistem konstruksi berkelanjutan guna mempercepat waktu pembangunan tanpa mengurangi kekuatan bangunan terhadap potensi bencana.
Interior unit diserahkan dalam kondisi fully furnished, lengkap dengan tempat tidur, lemari, meja kerja, sofa, hingga peralatan dapur elektronik.
Sistem pengelolaan sampah di kawasan ini juga menggunakan teknologi sensor untuk memastikan tidak ada penumpukan limbah di area hunian.
Air yang mengalir ke setiap unit merupakan air siap minum (tap water) yang telah melalui proses filtrasi berstandar internasional.
Kesiapan infrastruktur hunian ini beriringan dengan persiapan sumber daya manusia yang akan mengisi struktur birokrasi di IKN.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan bahwa kepindahan ASN ke IKN adalah momentum transformasi budaya kerja.
Saat memberikan kuliah umum bagi para talenta muda dan calon penghuni IKN di kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Rini menyoroti pentingnya adaptasi teknologi.
Ia menyatakan bahwa ASN di IKN harus memiliki pola pikir digital (digital mindset) untuk mengimbangi kecanggihan fasilitas yang disediakan negara.
"Kepindahan ke IKN merupakan langkah besar menuju birokrasi yang lebih lincah dan modern. Hunian yang dilengkapi teknologi smart home ini harus dibarengi dengan peningkatan kinerja dan efisiensi pelayanan publik," tegas Rini.
Ia juga menambahkan bahwa skema tunjangan dan fasilitas hunian telah diatur sedemikian rupa agar ASN dapat bekerja dengan fokus tinggi tanpa terbebani masalah logistik tempat tinggal.
Dengan adanya data penggunaan air dan listrik yang transparan, beban karbon kawasan dapat ditekan seminimal mungkin.
Otorita menargetkan IKN menjadi kota netral karbon pada tahun 2045, dan penghematan energi di level rumah tangga adalah langkah awal yang krusial.
Proyek ini terus berjalan sesuai jadwal, dengan target pengisian unit secara bertahap dimulai pada pertengahan tahun ini.
Dengan dukungan infrastruktur konektivitas yang kuat, Rusun ASN IKN siap menjadi tolok ukur baru hunian vertikal di Indonesia.
https://ikn.kompas.com/read/2026/02/19/102809387/rusun-asn-ikn-dilengkapi-smart-home-system-standar-baru-hunian-birokrat