Tak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp 2,18 triliun telah dialokasikan melalui program tahunan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI).
Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 19,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Langkah proaktif ini diambil sebagai respons atas tren konsumsi masyarakat Kalimantan Timur yang secara historis melonjak hingga 20 persen dari total kebutuhan tahunan setiap memasuki bulan suci.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, menegaskan, penyediaan uang layak edar (ULE) ini merupakan mandat konstitusi guna menjamin masyarakat mendapatkan uang dengan pecahan yang sesuai dan terjamin keasliannya.
“Jumlah yang kami siapkan tahun ini meningkat 19,13 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya. Ini adalah langkah kami untuk menjamin ketersediaan uang yang cukup, tepat waktu, dan berkualitas bagi warga Kaltim,” ujar Jajang, saat memberikan penjelasan di Samarinda, Selasa (17/2/2026).
Digitalisasi Penukaran Lewat Aplikasi PINTAR
Berbeda dengan pola konvensional yang kerap memicu kerumunan, BI Kaltim memperketat sistem penukaran melalui platform digital.
Masyarakat yang ingin memperoleh uang pecahan baru wajib melakukan pendaftaran daring melalui situs atau aplikasi PINTAR.
Pendaftaran untuk wilayah Kalimantan Timur dibuka dalam dua gelombang strategis:
BI juga menetapkan batas maksimal penukaran sebesar Rp 5,3 juta per orang dalam satu paket.
Kebijakan ini diambil guna memastikan distribusi rupiah berjalan adil dan merata, sekaligus meminimalisasi potensi praktik percaloan uang tunai di pinggir jalan.
Sinergi 35 Titik Layanan Terpadu
Layanan penukaran secara fisik akan berlangsung mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026 di tujuh kabupaten/kota.
BI tidak bekerja sendiri; sinergi dengan sektor perbankan diperkuat melalui pembukaan 35 titik kantor bank resmi yang ditunjuk sebagai lokasi penukaran.
Selain di perbankan, BI juga menyentuh simpul-simpul masyarakat melalui penukaran ritel di sejumlah masjid besar di Samarinda serta layanan terpadu di Gedung Pramuka Samarinda.
Jajang mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini untuk memastikan distribusi tetap sasaran.
“Kami sangat mengapresiasi sinergi perbankan dan mitra kerja di Kaltim. Kerja sama ini memastikan distribusi rupiah berjalan lancar dan tertib selama momentum hari besar keagamaan ini,” tambahnya.
Edukasi 3D dan 5J
Di tengah kemeriahan Ramadan, BI tetap menyelipkan pesan edukasi mengenai kedaulatan mata uang.
Melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, masyarakat diingatkan untuk selalu mengenali keaslian uang melalui metode 3D (dilihat, diraba, diterawang).
Lebih dari sekadar mengenali asli atau palsu, warga juga diimbau untuk "memuliakan" rupiah melalui prinsip 5J: Jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi.
Hal ini krusial untuk menjaga usia edar uang fisik sehingga biaya pencetakan uang negara dapat ditekan lebih efisien.
https://ikn.kompas.com/read/2026/02/19/232321287/jamin-kelancaran-lebaran-bi-kaltim-siapkan-rp-218-triliun-uang-tunai