Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bukan Jalan Biasa, Jalur Hankam IKN Dilengkapi Terowongan Terpadu MUT

Hal ini seiring dengan progres masif pembangunan Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku 4 yang kini telah dilengkapi dengan sistem Multi Utility Tunnel (MUT) atau terowongan bawah tanah terpadu.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melaporkan, pengerjaan infrastruktur penghubung zona pertahanan dan legislatif ini telah menembus angka 62,83 persen.

Di bawah aspal beton enam lajur yang sedang dikerjakan, terbentang struktur MUT yang menjadi otak distribusi utilitas kota masa depan tersebut.

Utilitas Bawah Tanah

Multi Utility Tunnel (MUT) bukan sekadar selokan besar. Ini adalah terowongan beton kedap air yang dirancang khusus untuk menampung seluruh jaringan infrastruktur kota dalam satu koridor terpadu.

Di dalam MUT IKN, akan terintegrasi berbagai komponen vital, mulai dari jaringan kabel listrik tegangan menengah dan rendah, pipa distribusi air bersih, kabel serat optik untuk internet kecepatan tinggi, hingga sistem drainase sekunder.

Kehadiran MUT ini menjadi kunci dari predikat smart forest city yang disematkan pada IKN.

Dengan sistem ini, perawatan kabel atau pipa yang rusak tidak perlu lagi merusak permukaan aspal. Petugas cukup masuk ke dalam terowongan melalui akses kontrol yang telah disediakan.

"Proyek Jalan Kawasan Hankam dan Lingkar Sepaku ini merupakan kontribusi nyata WIKA dalam memperkuat konektivitas infrastruktur serta meningkatkan daya saing kawasan IKN," ujar Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, Rabu (4/3/2026).

Selain kecanggihan utilitas, jalan sepanjang 10,96 kilometer ini memiliki nilai strategis yang tinggi.

Jalur ini akan menjadi akses utama pergerakan personel dan logistik dari kawasan pertahanan menuju gedung-gedung legislatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Agung menekankan, tim proyek kini fokus melakukan akselerasi pada lintasan kritis, termasuk penyelesaian Jembatan Ruas 3.1 dan Jembatan Akses Paspampres yang menuju Simpang Hunian Pekerja Konstruksi (HPK).

“Kami terus mengakselerasi pekerjaan pada lintasan kritis dengan tetap mengedepankan standar kualitas dan keselamatan kerja. Fokus saat ini adalah penyelesaian jembatan dan kelanjutan pembangunan MUT pada segmen-segmen yang tersisa,” tambah Agung.

Keamanan dan Presisi Konstruksi

Membangun utilitas di bawah jalan raya enam lajur menuntut presisi tinggi, terutama terkait pengendalian mutu beton dan drainase agar terowongan tidak tergenang air saat curah hujan tinggi di Kalimantan.

WIKA mengeklaim menerapkan pengawasan ketat melalui inspeksi rutin dan pengujian material adaptif guna memastikan struktur MUT tetap stabil dalam jangka panjang.

Infrastruktur ini diharapkan mampu menciptakan tata ruang yang lebih tertib dan modern. Tidak hanya mempercepat distribusi logistik pemerintahan, integrasi utilitas bawah tanah ini menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan yang berkelanjutan.

Dengan target penyelesaian struktur utama dalam waktu dekat, Jalan Hankam dan Lingkar Sepaku akan segera berfungsi sebagai tulang punggung jaringan jalan KIPP.

https://ikn.kompas.com/read/2026/03/05/141421987/bukan-jalan-biasa-jalur-hankam-ikn-dilengkapi-terowongan-terpadu-mut

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com