Untuk pertama kalinya, para pemudik dan pelancong menuju jantung Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat melintasi jalur tol fungsional tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Langkah ini diambil pemerintah sebagai upaya strategis mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memberikan akses bagi masyarakat yang ingin merayakan hari kemenangan di ibu kota baru.
Meski berstatus fungsional, pembukaan tol ini tetap mengusung standar pengamanan ketat guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur memastikan bahwa akses bebas hambatan menuju IKN akan dibuka secara fungsional mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
Durasi ini dirancang secara khusus untuk mengakomodasi lonjakan volume kendaraan pada puncak arus mudik hingga arus balik.
Humas BBPJN Kalimantan Timur, Arif Setiawan, menjelaskan bahwa pembukaan jalur ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan uji coba pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya.
Namun, karena statusnya yang masih dalam tahap penyempurnaan konstruksi, jam operasional akan dibatasi.
“Untuk jadwal operasional harian, Tol IKN akan dibuka mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA. Namun, ada pengecualian khusus pada hari H lebaran atau 1 Syawal,” ujar Arif kepada Kompas.com, Senin (9/3/2026).
Pada hari pertama Lebaran, gerbang tol akan dibuka lebih awal, yakni pukul 05.00 WITA.
Kebijakan ini diambil secara spesifik untuk memfasilitasi antusiasme masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri di Masjid Negara IKN.
“Pukul 05.00 WITA itu khusus untuk memberikan kesempatan bagi warga yang ingin beribadah di IKN. Selebihnya, jadwal kembali normal hingga pukul 18.00 WITA,” tambah Arif.
Rincian Jalur dan Titik Akses
Secara teknis, Tol IKN akan dibuka dua jalur untuk mengakomodasi kendaraan dari arah Balikpapan melalui Gerbang Tol (GT) Manggar maupun dari arah IKN dan akses Bandara Internasional Nusantara.
Bagi pengguna dari Kalimantan Selatan atau Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), akses masuk dapat diakses melalui Simpang Riko. Sementara bagi pengguna dari dalam kawasan IKN, pintu masuk tersedia di Simpang Itchi.
Adapun rincian ruas tol fungsional yang dapat dilintasi mencapai total panjang lebih dari 50 kilometer, mencakup:
Bus dan Truk Dilarang Melintas
Mengingat infrastruktur ini masih berada dalam masa konstruksi, otoritas menetapkan pembatasan ketat demi keselamatan publik. Kendaraan yang diizinkan melintas hanyalah Kendaraan Golongan I (Non-Bus dan Non-Truk).
Kendaraan besar seperti bus dan truk diimbau untuk tetap menggunakan opsi penyeberangan kapal ferry menuju Penajam Paser Utara (PPU) atau jalur darat konvensional menuju Kalimantan Selatan.
Penting untuk dicatat, meskipun tarif tol dipastikan nol rupiah alias gratis, pengguna yang masuk melalui GT Manggar tetap wajib menyiapkan kartu uang elektronik (e-toll).
Petugas akan meminta pengendara melakukan tapping di gerbang tol guna pendataan volume kendaraan serta sinkronisasi sistem integrasi tol di masa depan.
Pembukaan jalur ini diprediksi tidak hanya akan memangkas waktu tempuh Balikpapan-IKN secara drastis, tetapi juga menjadi magnet wisata baru bagi pemudik yang ingin menyaksikan langsung kemajuan pembangunan pusat pemerintahan Indonesia di momen Idul Fitri.
https://ikn.kompas.com/read/2026/03/10/143412187/mau-lebaran-di-ikn-cek-jadwal-pembukaan-tol-gratis