Bukan dengan membangun gedung baru, melainkan dengan mengintervensi aset-aset "salah urus" dan apartemen tak terserap pasar melalui strategi Asset and Building Management yang agresif.
Target terbesarnya saat Ini adalah mengelola rumah susun (rusun) ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Keterlibatan Nemuru dalam pengelolaan hunian bagi ASN di IKN merupakan langkah paling strategis tahun ini.
Bersama tiga operator lain, Nemuru dipercaya mengelola belasan tower dengan standar layanan setara hotel bintang empat.
Bagi Ren, mengelola hunian di IKN bukan sekadar kontrak jasa. Ini adalah upaya menciptakan ekosistem yang mampu membuat para abdi negara, terutama pasangan muda, merasa betah dan nyaman di ibu kota baru.
Standar kenyamanan hotel diaplikasikan ke dalam hunian vertikal untuk memastikan kualitas hidup di sana tetap terjaga.
Co-founder dan CEO Nemuru Hotels Management, Ren Tobing, menyadari bahwa banyak pemilik aset saat ini terjebak pada kontrak operator internasional yang kaku namun memberikan bagi hasil yang minim.
Ren, yang merupakan alumnus grup Accor, membawa etos kerja Jepang ke dalam manajemennya.
Nama "Nemuru" yang berarti tidur nyenyak, dikelola dengan kegigihan lokal yang sangat dinamis.
"Budaya Jepang melatih kita menghadapi kesulitan untuk menemukan solusi. Saya bawa afiliasi budaya Jepang ini bukan sekadar soal desain, melainkan hospitality yang pelayanannya benar-benar dari hati," ujar Ren Tobing kepada Kompas.com, Kamis (12/3/2026).
Strategi Nemuru adalah mendisrupsi ketidakpercayaan pemilik aset dengan menawarkan fleksibilitas.
Mereka berani mengambil proyek yang sering dihindari operator besar, seperti mengubah unit apartemen unsoldmenjadi serviced apartment atau menghidupkan kembali aset BUMN yang terbengkalai.
Ekspansi dan Optimisme Pasar Domestik
Selain di IKN, Nemuru tengah melakukan pembicaraan serius dengan dua BUMN properti untuk mengelola aset di Balikpapan dan Depok.
Targetnya, dari 8 hotel yang sudah dikelola dalam tiga tahun, mereka membidik portofolio hingga 15 hotel pada akhir 2026.
Keyakinan ini didasari oleh performa bisnis yang impresif. Rata-rata okupansi hotel di bawah manajemen Nemuru stabil di atas 70 persen.
Di lokasi-lokasi matang seperti Bogor dan Jakarta Selatan, angka tersebut bahkan menembus 75 persen.
Ren menyadari bahwa ketidakpastian geopolitik global menghantui pasar internasional. Namun, ia tidak gentar karena fundamental pasar domestik Indonesia masih sangat kuat.
"Dengan mengandalkan 95 persen pasar domestik, kami memposisikan diri sebagai operator lokal rasa internasional yang siap bertempur di medan sulit," tegas Ren.
https://ikn.kompas.com/read/2026/03/13/064950587/makin-ekspansif-nemuru-bidik-pengelolaan-hunian-asn-di-ikn