Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Rayakan Kemenangan, Masjid Negara IKN Gelar Shalat Idul Fitri Perdana

Untuk pertama kalinya, Masjid Negara yang berdiri megah di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan menyelenggarakan Shalat Idul Fitri berjamaah pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan hari Sabtu, 21 Maret 2026.

Pelaksanaan ibadah ini menjadi simbol hidupnya ekosistem sosial dan religius di jantung ibu kota baru Indonesia.

Rangkaian perayaan kemenangan tersebut direncanakan mulai pukul 06.30 WITA dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin merasakan pengalaman beribadah di atmosfer pusat pemerintahan masa depan.

"Shalat Idul Fitri di Masjid Negara terbuka untuk umum. Kami mengajak masyarakat di IKN dan sekitarnya hadir untuk melaksanakan ibadah bersama pada hari kemenangan ini," ujar Troy, dikutip Kompas.com, Jumat (20/3/2026).

Persiapan Tata Kelola Ibadah

Guna menetapkan jatuhnya awal Syawal, IKN juga menjadi salah satu titik strategis pemantauan hilal nasional pada 19 Maret 2026.

Langkah ini mempertegas peran IKN sebagai pusat aktivitas kenegaraan yang terintegrasi dengan kearifan lokal dan tradisi keagamaan.

Sementara itu, posisi imam akan diisi oleh Dr. Ahmad Muzakir, akademisi dari Universitas PTIQ Jakarta.

Panitia juga telah menyiapkan tim pelaksana yang solid, termasuk Dr. M. Aroka Fadli sebagai khatib dan imam cadangan, serta para bilal dan pembawa acara profesional untuk memastikan kekhusyukan jamaah.

Akses Tol IKN menuju kawasan Masjid Negara akan dibuka lebih awal, yakni mulai pukul 04.30 WITA.

Jamaah diimbau datang lebih pagi untuk menghindari penumpukan kendaraan di gerbang pemeriksaan.

Fasilitas parkir telah disiapkan secara berlapis. Area utama berada di lantai dasar (basement) Masjid Negara.

Bagi warga yang tinggal di hunian pekerja atau ASN, tersedia layanan shuttle bus dalam kota.

Bus ini akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WITA, melayani penjemputan dari halte Rusun ASN 1 hingga 4, hunian pekerja konstruksi (HPK), serta area peristirahatan (rest area).

Seluruh bus akan transit di Bundaran Sumbu Timur sebelum menurunkan jamaah di kawasan masjid.

Masjid Negara diharapkan menjadi ruang pemersatu yang memperkuat nilai spiritualitas serta persaudaraan di tengah percepatan pembangunan fisik ibu kota.

https://ikn.kompas.com/read/2026/03/20/014640587/rayakan-kemenangan-masjid-negara-ikn-gelar-shalat-idul-fitri-perdana

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com