Angkanya tidak main-main, omzet pedagang kaki lima hingga kafe di IKN melonjak hingga ribuan persen hanya dalam hitungan hari.
Hal ini terjadi pada seorang pedagang dawet ayu yang mengantongi belasan juta rupiah dalam sehari.
Wahyu, pemilik lapak "Bang Brewok" di area Plaza Seremoni, menjadi salah satu saksi hidup fenomena ini.
Pada hari biasa, ia hanya melayani segelintir pekerja proyek, namun saat libur Lebaran, omzetnya menyentuh angka Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per hari.
Cerita yang lebih fantastis datang dari Nita, pemilik Café Sepaku Empat. Ia mencatatkan lonjakan pendapatan signifikan.
"Awalnya omzet sekitar Rp 1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omzet meningkat signifikan menjadi sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per hari," ungkapnya.
Produk andalannya adalah mochi, makanan kenyal yang jadi rebutan anak-anak pengunjung IKN.
Sektor kuliner lain seperti D’sweet Nusantara bahkan mencatat angka hingga Rp 20 juta per hari berkat menu Bakwan Malang yang kini menjadi "legenda lokal" di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Bagi para pengunjung, belum ke IKN rasanya jika belum menyantap bakwan tersebut.
Optimisme tinggi
Tingginya angka-angka omzet dan kunjungan 143.126 orang ke IKN bukan tanpa alasan. Otorita IKN memadukan wisata proyek dengan aktivasi budaya.
Sambil menyantap kuliner, pengunjung disuguhi petikan alat musik sape yang magis dan peragaan busana khas Dayak.
Suasana "kota besar" diklaim mulai terasa di tempat yang beberapa tahun lalu masih berupa hutan belantara.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menegaskan bahwa fenomena ini adalah sinyal kuat bagi masa depan ekonomi IKN.
"Ini bukan sekadar berkah musim liburan, namun juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami mengajak masyarakat untuk jangan ragu-ragu memulai usaha di sini," ujar Troy saat memantau keramaian di KIPP, Sabtu (28/03/2026).
Akses Tol Pembuka Keran Rezeki
Faktor utama di balik serbuan ratusza ribu pengunjung ini adalah terbukanya akses jalan tol.
Pengunjung dari Balikpapan kini bisa mencapai IKN dengan waktu yang jauh lebih singkat, membuat perjalanan wisata ke ibu kota baru menjadi pilihan logis bagi keluarga.
Bagi warga lokal seperti Hambali dari Penajam, IKN kini bukan lagi tempat yang asing atau menakutkan.
"Begitu masuk sini saya kaget, melihat pembangunan yang katanya di tengah hutan, ternyata luar biasa. Kita dihibur, ada kafe, tidak perlu takut lapar dan haus," tuturnya.
https://ikn.kompas.com/read/2026/03/29/102843287/ikn-jadi-lahan-basah-umkm-omzet-bakwan-malang-rp-20-juta-per-hari