Jumlah tersebut mencakup ASN dari berbagai instansi, tidak hanya dari Otorita IKN, tetapi juga kementerian teknis yang telah lebih dahulu beroperasi di kawasan tersebut.
Basuki memastikan hal ini usai Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (30/3/2026).
“Kalau sekarang yang sudah ada di sana itu selain otoritas sekitar 1.100, ada PU yang balai-balai di sana, ada perumahan, ada kesehatan, ada perhubungan. (Kementerian) Perhubungan kan mengoperasikan bandara di IKN. Sudah ada sekitar 2.000 sekian,” ujar Basuki.
Dia menjelaskan, jumlah tersebut merupakan bagian dari tahap awal pemindahan ASN ke IKN yang dilakukan secara bertahap.
Ke depan, pemerintah menargetkan jumlah ASN yang dipindahkan akan terus bertambah hingga mencapai sekitar 4.000 orang.
“Sekitar 1.100 (ASN) sampai 4.000-an ASN dipindahkan,” jelasnya lagi.
Basuki menambahkan, target pemindahan tersebut tidak hanya untuk tahun 2026, melainkan berlangsung secara bertahap hingga 2028.
Pemerintah melalui OIKN terus menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk hunian dan infrastruktur dasar, guna mendukung proses pemindahan ASN secara bertahap ke ibu kota baru tersebut.
Renstra 2026
Basuki pun membeberkan Rencana Strategis (Renstra) OIKN selama tahun 2026 yang meliputi dua kegiatan.
"Untuk mendukung pembangunan IKN, mencakup dua kegiatan prioritas pada 2026, yakni perencanaan pembangunan kawasan serta pembinaan ASN," terang Basuki.
https://ikn.kompas.com/read/2026/03/30/223533687/sudah-2000-asn-tinggal-dan-bekerja-di-ikn